Dua Pengacara Kondang Tertipu Investasi Gula Rp10 Miliar, Begini Modus Pelaku

SURABAYA, iNEWSSURABAYA.ID – Kasus penipuan investasi kembali mencuat di Surabaya. Dua pengacara ternama, Hardja Karsana (HK) Kosasih dan Rahmat Santoso, menjadi korban penipuan investasi jual beli gula dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar.
Pelaku, Mulia Wiryanto, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam aksinya, Mulia menggunakan modus kerja sama bisnis gula dengan dalih kontrak eksklusif bersama PTPN Jawa Barat.
Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Galih Riyana Putra, penipuan ini bermula dari pertemuan antara Mulia Wiryanto dan HK Kosasih di sebuah restoran Jepang di Hotel JW Marriott Surabaya.
"Dalam pertemuan itu, terdakwa mengaku sebagai Direktur PT Karya Sentosa Raya dan menyatakan memiliki kontrak dengan PTPN Jawa Barat untuk pengadaan gula," ungkap Galih dalam persidangan, Rabu (26/2/2025).
Tidak hanya itu, Mulia juga mengklaim sudah memiliki pembeli tetap, yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Ia meyakinkan para korban bahwa bisnis ini tidak akan merugi, dengan janji keuntungan minimal 5 persen per bulan.
"Jika ada kerugian, semuanya akan menjadi tanggung jawab terdakwa," tambah Galih.
Tergiur dengan keuntungan besar, HK Kosasih dan rekan-rekannya akhirnya menginvestasikan dana sebesar Rp10 miliar. Uang tersebut dikirim secara bertahap ke rekening pribadi Mulia Wiryanto.
Sejak Februari 2021 hingga Desember 2022, keuntungan yang dijanjikan Mulia tak pernah terealisasi sesuai harapan. Merasa dirugikan, HK Kosasih dan rekan-rekannya meminta pengembalian dana investasi mereka. Namun, Mulia terus mengulur waktu dengan alasan bisnis akan berhenti total jika uang tersebut ditarik.
Setelah berulang kali gagal mendapatkan hak mereka, para korban akhirnya melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Akibat perbuatannya, Mulia Wiryanto dijerat Pasal 378 atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Ikuti terus perkembangan kasus ini hanya di iNEWSSURABAYA.ID!
Editor : Arif Ardliyanto