Kasus Pelecehan Seksual di Sampang Mandek, Polres Didesak Segera Bertindak, Kapolres Beri Alasan Ini
SAMPANG, iNewsSurabaya.id – Kinerja Polres Sampang kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah laporan kasus yang masuk ke kepolisian disebut berjalan lamban bahkan cenderung mandek, tanpa kepastian hukum yang jelas.
Sorotan terbaru datang dari kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan sejak 2020 hingga 2025. Meski sudah berjalan bertahun-tahun, penanganan kasus dinilai tidak kunjung tuntas. Masyarakat menilai aparat gagal memberi rasa keadilan bagi korban.
Kasus tersebut tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Torjun, Robatal, Camplong, hingga Tambelangan. Padahal, sebagian besar identitas pelaku disebut sudah diketahui. Ironisnya, masih banyak pelaku yang bebas berkeliaran, bahkan ada yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) namun belum ditangkap hingga sekarang.
Aksi protes datang dari sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat, di antaranya PMII, MDW, dan aliansi lainnya. Mereka menilai penanganan Polres Sampang terlalu lamban.
“Kami prihatin, kasus pencabulan ini sudah lama berlarut-larut, tapi pelakunya sebagian besar masih bebas. Aparat seharusnya melindungi anak-anak, bukan menunda keadilan,” tegas Siti Farida, koordinator aksi.
Dalam aksi tersebut, massa mengajukan empat tuntutan utama:
1. Menyelesaikan seluruh kasus kekerasan seksual yang mandek.
2. Menangkap para pelaku secepatnya.
3. Mencopot aparat yang diduga tidak serius menangani kasus.
4. Mendesak Kapolres Sampang mundur bila dianggap gagal menegakkan hukum.
Menanggapi desakan tersebut, Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., MM membantah anggapan bahwa pihaknya tidak serius. Menurutnya, upaya sudah dilakukan maksimal, namun kendala di lapangan membuat proses penanganan terhambat.
“Setiap laporan pasti kami tindak lanjuti. Tapi sering kali, baru saja pelapor datang ke SPKT, media sudah memberitakan. Akibatnya, pelaku keburu tahu dan kabur. Inilah yang membuat penangkapan menjadi sulit,” jelasnya.
Hartono menambahkan, ketika pelaku melarikan diri, proses pengejaran semakin rumit. “Meski begitu, kami tetap berkomitmen bekerja maksimal. Kami peduli terhadap korban, dan akan terus berusaha,” tegasnya.
Meski penjelasan sudah disampaikan kepolisian, publik tetap menanti aksi nyata. Tanpa langkah tegas, citra Polres Sampang dikhawatirkan semakin buruk di mata masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus kekerasan seksual.
Editor : Arif Ardliyanto