Santri harus Jadi Pelopor Perubahan dan Penjaga Moral Bangsa, Begini Pesan Ketua PCNU di Hari Santri
Ia juga mengajak seluruh kader NU dan masyarakat Surabaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta memperluas kiprah sosial-keagamaan NU di perkotaan.
Rangkaian Hari Santri 2025 akan mencapai puncaknya pada 17–18 Oktober 2025 di Halaman Balai Kota Surabaya. Beragam kegiatan digelar, mulai dari lomba baca kitab, da’i Aswaja, hadrah, pidato bahasa Arab, hingga Cerdas Cermat Santri.
Selain itu, Bazar Santri dan UMKM Umat juga akan hadir menampilkan produk kreatif pesantren, kuliner lokal, dan hasil karya ekonomi mandiri. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan ekonomi umat berbasis kemandirian santri.
KH. Masduki menambahkan, santri masa kini tidak hanya dituntut memahami kitab kuning, tetapi juga harus melek teknologi dan literasi digital agar nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin dapat tersampaikan lebih luas di masyarakat modern.
“Kita ingin santri menjadi pelopor perubahan sosial yang positif. Dengan kemampuan digital, dakwah santri bisa lebih luas, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Ketua PC RMI Kota Surabaya, Ghozi Ubaidillah, turut mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2025.
“Hari Santri adalah momen untuk berterima kasih kepada para pahlawan dan masayikh. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asyari dan para santri berjuang menjaga kemerdekaan. Tanpa mereka, mungkin sejarah bangsa ini akan berbeda,” ujarnya.
Ghozi berharap, seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri di Surabaya berjalan sukses hingga puncak acara di Balai Kota Surabaya.
“Semoga Hari Santri tahun ini benar-benar menggema dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran santri bagi bangsa,” tandasnya.
Editor : Arif Ardliyanto