get app
inews
Aa Text
Read Next : Partai Golkar Dorong Penambahan Dapil dan Kursi DPRD Surabaya

Rocky Gerung hingga Risma Bicara Solidaritas Kemanusiaan di Hadapan Ribuan Anak Muda Surabaya

Minggu, 18 Januari 2026 | 06:47 WIB
header img
Kegiatan bertajuk “Spirit of Humanity and Human Solidarity” di Balai Pemuda Surabaya. Foto : Surabaya.iNews.id/ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ribuan anak muda di Surabaya memadati Balai Pemuda Surabaya guna mengikuti Public Lecture Series yang digagas gerakan anak muda Pandu Negeri  pada Sabtu (17/1/2026). 

Kegiatan bertajuk “Spirit of Humanity and Human Solidarity” ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Di antaranya pengamat politik Rocky Gerung, Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta akademisi Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman. 

Membludaknya peserta yang hadir, membuat sebagian dari mereka terpaksa duduk dilantai. Bahkan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga turut lesehan membaur bersama peserta lainnya. 

Forum diawali oleh Rocky Gerung dengan mengkritisi pertemuan 1.200 Guru Besar dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti absennya sikap kritis kaum akademisi terhadap pergeseran anggaran pendidikan."Tak seorang pun guru besar berani angkat tangan bertanya pada Presiden. Apa hasil pertemuan itu, zonk,” ujar Rocky.  

Rocky juga menyoroti rencana pengembalian pemilihan kepala daerah ke DPRD. Ia memprediksi hal ini akan membunuh kualitas kepemimpinan dan menutup ruang debat bagi anak muda. 

“Upaya kita masuk peradaban politik dibatalkan oleh rencana memilih kepala daerah hanya melalui forum DPRD. Demokrasi memang mahal, tapi jangan dibuat murah dengan menjual kebutuhan rakyat lewat tebalnya amplop," tegasnya.  

Rocky menekankan pentingnya human solidarity dan principle humanity. Sebab, kedua poin itu yang menghasilkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga menjelaskan, spirit of humanity yang berarti semangat untuk untuk peka pada sesama manusia. “Kegiatan semacam ini harus diperbanyak untuk berinvestasi pada bidang humanity,” terangnya.

Sementara itu, Tri Rismaharini berbagi pengalamannya ketika menjadi wali kota Surabaya. Salah satunya ide untuk memperbanyak taman di berbagai sudut kota. “Kalau Surabaya banyak taman, akan ada banyak oksigen. Dan itu bisa menurunkan emosi warga,” terangnya. 

Risma, juga menceritakan pengalamannya berkunjung ke Papua saat menjabat Menteri Sosial. Dengan pendekatan humanis, ia justru diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. “Saya mengajak generasi muda untuk terus berpegang pada Pancasila dan tidak kehilangan semangat juang,” katanya. 

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa salah satu kunci berkembangnya Surabaya terletak pada nilai kemanusiaan.  Sejalan dengan sila kedua Pancasila dan amanat Bung Karno, Eri menyebut Surabaya dibangun dengan semangat kemanusiaan yang inklusif.

“Surabaya membutuhkan cinta dan kekuatan dari warganya. Kita meneruskan api perjuangan Bung Karno,” katanya. 

Sedangkan Airlangga Pribadi Kusman menyatakan, peradaban hanya dapat berjalan dengan baik ketika tata kelola politik dan tata kelola kota dijalankan secara manusiawi. “Peran pemerintah sebagai konduktor yang mampu mengorkestrasi kolaborasi lintas kelompok masyarakat,” jelasnya. 

Ketua Penyelenggara Pandu Negeri, Aryo Seno Bagaskoro, mengatakan bahwa forum ini lahir dari inisiatif dan kegelisahan anak-anak muda atas berbagai ketidakpastian global. Mulai dari dinamika geopolitik, krisis lingkungan, hingga persoalan tata kota. 

“Bukan diselenggarakan lembaga tertentu, tapi muncul dari semangat teman-teman muda yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan fundamental kehidupan hari ini,” ujarnya. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut