get app
inews
Aa Text
Read Next : Produk Air Minum Kemasan Ringan Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Dokter Ingatkan Bahaya Hoaks Pengobatan Alternatif dalam Penanganan Kanker

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:27 WIB
header img
dr. Asdi Wihandono, Sp.B(K)Onk (kiri) menyoroti masih banyak pasien yang menunda pemeriksaan karena takut operasi atau kemoterapi. Foto/Andika.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa kanker bukan hanya dipengaruhi faktor genetik atau gaya hidup, tetapi juga lingkungan. 

Peringatan Hari Kanker Sedunia di Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo, menyoroti fenomena mengkhawatirkan berupa pergeseran usia penderita kanker yang kini semakin muda. Kegiatan edukasi melalui Seminar Awam digelar pada Minggu (8/2/2026) untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait deteksi dini dan penanganan kanker.

Pemrakarsa kegiatan, dr. Asdi Wihandono, Sp.B(K)Onk, mengaku tergerak mengadakan forum tersebut setelah melihat banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut. Hal ini akibat pengaruh mitos dan hoaks pengobatan alternatif.

“Faktanya, penderita kanker di Indonesia semakin muda. Bahkan ada pasien berusia 19 tahun yang sudah mengalami kanker payudara stadium lanjut. Ini alarm bagi kita semua,” ujar dr. Asdiyang juga staf pengajar Universitas Airlangga (Unair).

Untuk memberikan pemahaman komprehensif, seminar menghadirkan panel ahli multidisiplin yang membahas berbagai jenis kanker pada organ vital. Narasumber yang hadir antara lain dr. Aditya Herlambang Sp.OG.Subsp.Onk(K), M.Ked.Klin yang membahas kanker serviks dan kandungan, dr. Sri Sarwosih Indah Marthaty, Sp.P(K)Onk yang menyoroti kanker paru, serta dr. Ismu Nugroho, Sp.B-KBD yang mengedukasi keganasan pada saluran cerna.

Para pakar sepakat bahwa hambatan terbesar dalam penanganan kanker di Indonesia bukan pada keterbatasan alat medis, melainkan rendahnya literasi masyarakat serta ketakutan terhadap pengobatan modern.

dr. Asdi menyoroti masih banyak pasien yang menunda pemeriksaan karena takut operasi atau kemoterapi. Menurutnya, kemajuan teknologi medis kini memungkinkan terapi yang lebih efektif dan minim invasif.

“Banyak yang percaya kemoterapi membuat kondisi semakin parah. Padahal teknologi medis saat ini, mulai dari terapi target hingga operasi minimal invasif, sudah sangat maju. Kanker payudara misalnya, tidak selalu harus diangkat seluruh payudaranya jika terdeteksi dini,” jelasnya.

Selain deteksi dini, para narasumber menekankan pentingnya pola hidup sehat. Konsumsi makanan ultra-processed dan daging merah berlebih disebut sebagai faktor risiko yang perlu diwaspadai, selain faktor genetik dan lingkungan.

Melalui seminar ini, tim dokter berharap masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya tidak lagi terjebak stigma maupun ketakutan yang tidak berdasar, serta menjadikan skrining medis sebagai langkah prioritas sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut