get app
inews
Aa Text
Read Next : Antrean Cetak Emas Panjang, Begini Fakta Terbaru di Pegadaian, Nasabah Perlu Tahu!

Kelola Emas 136 Ton, Laba Pegadaian Capai Rp8,34 Triliun di 2025, Ini Catatan Bisnis yang Melonjak

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:42 WIB
header img
Pegadaian mencatat laba Rp8,34 triliun sepanjang 2025 dengan total kelolaan emas mencapai 136 ton. Simak strategi penguatan ekosistem Bank Emas dan layanan digitalnya. Foto ist

Hingga 31 Desember 2025, total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton. Rinciannya: Tabungan Emas: 17,1 ton, Deposito Emas: 2,18 ton dan Cicil Emas: 10,3 ton

Skema ini memungkinkan masyarakat mengelola emas secara fisik maupun digital. Mulai dari menabung emas sedikit demi sedikit, mencicil untuk kepemilikan, hingga memanfaatkan emas sebagai instrumen produktif bagi pelaku usaha.

Bagi UMKM, akses pinjaman mikro berbasis emas juga menjadi alternatif permodalan yang relatif aman dan terjangkau.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, optimistis 2026 tetap menjadi tahun pertumbuhan, meski tantangan global masih membayangi.

Salah satu motor penggerak kinerja ke depan adalah optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!. Aplikasi ini dirancang sebagai pintu masuk seluruh layanan Pegadaian—baik konvensional maupun syariah—dalam satu genggaman, lintas generasi dari baby boomer hingga Gen Z.

Selain itu, penguatan ekosistem emas syariah juga mendapat dorongan dengan terbitnya Fatwa DSN-MUI No.166 Tahun 2026 tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah. Fatwa ini menjadi landasan normatif bagi industri bulion agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah.

Saat ini, produk seperti Cicil Emas, Tabungan Emas, dan Rahn Emas telah memenuhi ketentuan syariah, memperluas pilihan masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai prinsip agama.

Memasuki satu tahun perjalanan layanan Bank Emas pada 26 Februari mendatang, Pegadaian menegaskan visinya sebagai pemimpin ekosistem emas dan inklusi pertumbuhan digital.

Di tengah ketidakpastian global, emas kembali membuktikan diri sebagai instrumen lindung nilai yang diminati. Lonjakan kelolaan hingga 136 ton menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola aset secara bijak.

Pegadaian pun berupaya hadir bukan sekadar sebagai lembaga pembiayaan, melainkan mitra dalam perencanaan keuangan—membantu masyarakat menjaga nilai aset, membuka akses modal, sekaligus membangun masa depan yang lebih stabil melalui emas.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut