HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Pembangunan Tak Hanya Soal Infrastruktur
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Memasuki usia ke-733 tahun, Kota Surabaya dinilai perlu mengarahkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pendidikan, kesehatan, dan ketersediaan rumah layak huni disebut harus menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, usai mengikuti upacara dan resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026). Menurut legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Ipuk tersebut, kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari banyaknya pembangunan fisik, melainkan juga dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya.
“Selain pembangunan infrastruktur, kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama. Pendidikan, kesehatan, dan fasilitas hunian yang layak harus terus diperkuat agar kesejahteraan warga semakin meningkat,” ujar Syaifuddin.
Ia menilai Surabaya telah berkembang menjadi salah satu kota terbesar dan paling maju di Indonesia. Namun, tantangan pembangunan ke depan adalah memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan kota tersebut.
Karena itu, DPRD Surabaya berkomitmen mengawal program-program yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan warga.
Menurutnya, pembangunan yang ideal bukan hanya menghadirkan jalan, gedung, dan fasilitas publik yang memadai, tetapi juga mampu menciptakan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam momentum HJKS ke-733, Syaifuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang selama ini menjadi fondasi pembangunan Kota Pahlawan.
Ia menegaskan, keberhasilan Surabaya tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, komunitas, hingga warga di tingkat kampung.
“Surabaya dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu seluruh elemen masyarakat harus terus dilibatkan dalam proses pembangunan agar kota ini semakin maju dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Editor : Arif Ardliyanto