BGN Ancam SPPG yang Beli Telur Lewat Tengkulak, Sanksi Penghentian Operasional Bakal Diterapkan
Sebagai langkah cepat, BGN meminta seluruh dapur MBG di Magetan meningkatkan penggunaan telur lokal dalam menu makanan bergizi yang disajikan kepada penerima manfaat. Konsumsi telur bahkan didorong meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat untuk membantu menyerap produksi peternak.
Nanik berharap kebijakan tersebut mampu mendorong kenaikan harga telur dalam waktu singkat dan memperbaiki kondisi ekonomi peternak yang selama ini tertekan.
"Saya minta dalam satu minggu sudah ada perubahan harga. Untuk sementara gunakan telur dari peternak Magetan dan beli langsung dari sumbernya sampai harga kembali stabil," katanya.
Selain sektor peternakan, BGN juga menaruh perhatian terhadap komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga. Dalam kunjungannya, Nanik menemukan harga pokcoy sedang mengalami tekanan sehingga perlu mendapat dukungan pasar.
Karena itu, dapur-dapur MBG didorong untuk meningkatkan penggunaan sayuran lokal yang sedang mengalami penurunan harga agar hasil panen petani tetap terserap.
"Kami meminta jika ada harga sayuran yang jatuh segera diinformasikan. Saat ini pokcoy perlu dibantu penyerapannya. Dapur MBG bisa memperbanyak penggunaan pokcoy agar harga di tingkat petani membaik," jelasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan intervensi serupa yang pernah dilakukan BGN saat harga kentang anjlok di sejumlah daerah. Saat itu, dapur MBG diarahkan menggunakan kentang sebagai alternatif sumber karbohidrat sehingga hasil panen petani dapat terserap lebih optimal.
MBG Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Nanik menegaskan Program Makan Bergizi Gratis memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program strategis nasional tersebut juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan hasil pertanian dan peternakan daerah.
Dengan kebijakan pembelian langsung kepada petani dan peternak, BGN ingin memastikan manfaat anggaran negara benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.
"Kami ingin Program MBG memberikan manfaat langsung kepada petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Karena itu seluruh pengadaan bahan pangan harus mengutamakan produk lokal yang tersedia di daerah masing-masing," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto