Bukan Sekadar Kuliah, Mahasiswa Surabaya Hadir Bantu Ribuan Penumpang di Stasiun Gubeng
Pengalaman tersebut memberikan gambaran langsung mengenai pentingnya pelayanan publik di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Saat volume penumpang meningkat, ruang tunggu dan area keberangkatan menjadi lebih padat sehingga membutuhkan koordinasi yang baik antara petugas dan relawan agar aktivitas di stasiun tetap berjalan tertib.
Selain membantu pelayanan, para relawan juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya masih adanya penumpang yang kesulitan menemukan peron maupun jalur keberangkatan akibat keterbatasan informasi visual di beberapa titik. Kondisi tersebut mendorong relawan untuk lebih aktif memberikan arahan secara langsung agar perjalanan penumpang berlangsung lebih lancar.
Reza Rofi'ur Romadani mengaku pengalaman menjadi relawan memberikan banyak pelajaran yang tidak diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, berinteraksi dengan masyarakat secara langsung melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta memahami pentingnya memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.
"Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk belajar di kampus, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pelayanan sederhana seperti membantu penumpang menemukan peron atau memberikan informasi, kami bisa ikut menciptakan perjalanan yang lebih nyaman dan tertib," ujar Reza.
Melalui KKN Tematik, mahasiswa UNTAG Surabaya membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik. Keterlibatan mahasiswa di ruang-ruang pelayanan masyarakat menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus membentuk kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman kerja lapangan yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi mereka di masa depan.
Penulis
Reza Reza Rofi'ur dan Tim (Mahasiswa Untag Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto