get app
inews
Aa Text
Read Next : GSNI Minta Pemerintah Perhatikan Keberadaan Sekolah di Daerah 3T secara Serius, Ini Alasannya

Persagi Beberkan Fakta Mengejutkan Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Temuannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 04:54 WIB
header img
Persagi merumuskan rekomendasi ilmiah untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Forum nasional di Surabaya menargetkan percepatan penurunan stunting hingga 5 persen menuju Indonesia Emas 2045. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian para pakar gizi nasional. Dalam Temu Ilmiah Nasional II yang digelar di Surabaya, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) merumuskan sejumlah rekomendasi berbasis kajian ilmiah untuk memperkuat implementasi program tersebut sekaligus mempercepat penurunan angka stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Forum yang diikuti perwakilan Persagi dari 31 provinsi ini mengangkat tema "Sinergi Keamanan Pangan, Ketahanan Gizi, dan Kesehatan Saluran Cerna, serta Edukasi Gizi pada Program MBG Menuju Generasi Emas Indonesia." Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi gizi, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi pembangunan gizi nasional yang lebih efektif.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menilai Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak nyata, tidak hanya terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, balita, santri, dan peserta didik, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Menurut Adhy, program tersebut membuka ruang bagi petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok pangan.

"Program prioritas nasional ini berjalan dengan baik di lapangan. Dampaknya tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem pangan yang melibatkan masyarakat secara luas," ujar Adhy.

Ia menjelaskan, prevalensi stunting di Jawa Timur berhasil ditekan dari 17,7 persen menjadi sekitar 14,7 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen, yang salah satunya didorong oleh aktivitas ekonomi dalam ekosistem Program MBG.

Senada dengan itu, Deputi Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, menyebut Jawa Timur menjadi contoh implementasi Program Makan Bergizi Gratis karena berhasil melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah secara luas.

Menurutnya, manfaat MBG tidak berhenti pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memperkuat perputaran ekonomi lokal.

"Keterlibatan petani, nelayan, peternak, pedagang pasar hingga UMKM membuktikan bahwa MBG memiliki dampak ekonomi yang signifikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardy, menegaskan seluruh hasil pembahasan dalam Temu Ilmiah Nasional II akan dirangkum menjadi rekomendasi ilmiah yang disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan penyempurnaan kebijakan pembangunan gizi nasional.

"Persagi hadir sebagai organisasi profesi yang memberikan masukan ilmiah agar pembangunan gizi Indonesia berjalan tepat sasaran. Hasil seminar ini akan kami serahkan kepada pemerintah sebagai rekomendasi untuk memperkuat kebijakan nasional," ujar Doddy.

Ia menekankan bahwa pembangunan gizi harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain itu, pemberian makanan bergizi bagi peserta didik juga harus terus diperkuat agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin meningkat.

Persagi menargetkan angka stunting nasional dapat ditekan hingga 5 persen pada 2045. Doddy menilai keberhasilan Jawa Timur dan Bali dalam menurunkan prevalensi stunting menjadi model yang layak diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Melalui Temu Ilmiah Nasional II, Persagi berharap lahir rekomendasi yang aplikatif dan berbasis bukti ilmiah untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis, mempercepat penurunan stunting, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut