Jangan Anggap Sepele, Kulit Anak Sering Gatal dan Merah Bisa Jadi Tanda Penyakit Kronis Ini
Senada dengan itu, dokter spesialis anak dr. Fihzan Ginting, M.Ked(Ped), Sp.A, menjelaskan dermatitis atopik tidak boleh ditangani hanya ketika gejalanya kambuh. Perawatan harus dilakukan secara konsisten untuk menjaga fungsi pelindung kulit tetap optimal.
"Ketika dermatitis atopik tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, dampaknya bisa meluas pada kualitas tidur anak, mood, bonding dengan orang tua hingga aktivitas sehari-hari keluarga. Karena itu, perawatan kulit perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kambuh," kata dr. Fihzan.
Ia menambahkan, kulit penderita dermatitis atopik memiliki lapisan pelindung yang lebih rentan dibandingkan kulit normal. Oleh sebab itu, penggunaan produk perawatan kulit harus disesuaikan dengan kondisi tersebut agar tidak memperparah iritasi.
Dalam kesempatan yang sama, digelar kegiatan edukasi bertajuk Together for Atopic Skin di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala dermatitis atopik sejak dini serta menjaga kesehatan lapisan pelindung kulit.
Selain itu, para ahli juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan mikrobioma kulit. Ketidakseimbangan mikroorganisme alami pada kulit diketahui dapat memicu berkembangnya bakteri seperti Staphylococcus aureus yang berperan dalam memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko kekambuhan.
"Kami percaya bahwa merawat kulit atopik bukan hanya tentang meredakan gejala, tetapi juga tentang mendampingi keluarga melewati perjalanan ini dengan lebih nyaman,” ujar Indira Natalia, Brand Manager Mustela.
Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar orang tua tidak menganggap remeh gejala eksim pada anak. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta perawatan kulit secara rutin sesuai anjuran dokter, risiko kekambuhan dapat ditekan sehingga kualitas hidup anak maupun keluarga tetap terjaga.
Editor : Arif Ardliyanto