Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cium Merah Putih dan Bagikan Pohon Sukun, Cara Unik PDI Perjuangan Tuban Lantik 206 Pengurus PAC
Advertisement . Scroll to see content

Hanya Modal Robot Rp7 Juta, Empat Siswa Surabaya Ini Sukses Taklukkan Kompetisi Robotik Dunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 05:58 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Hanya Modal Robot Rp7 Juta, Empat Siswa Surabaya Ini Sukses Taklukkan Kompetisi Robotik Dunia
Empat siswa SMA Labschool Unesa 1 Surabaya mengharumkan nama Indonesia dengan meraih tiga gelar juara pada World Robotic for Peace 2026 di Singapura. Kesuksesan diraih setelah enam bulan merancang robot dari nol. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Surabaya. Empat siswa SMA Labschool Unesa 1 Surabaya sukses mengibarkan Merah Putih di ajang internasional setelah memborong tiga gelar juara dalam 16th World Robotic for Peace–Students Conference & E-Sport Tournament yang berlangsung di Science Centre Singapore, Singapura, pada 26–30 Juni 2026.

Keempat siswa tersebut adalah Airel Dovano Izan Ghafara, Ellza Cahya Lumintang, Evo Excel Novando, dan Evan Beck Nararya. Mereka tampil impresif di tengah persaingan sekitar 200 peserta dari berbagai negara ASEAN dengan membawa pulang Juara 1 kategori Open 3 Kg, Juara 1 kategori Close 1 Kg, serta Juara 2 kategori Open 1 Kg.

Kesuksesan itu bukan diraih secara instan. Selama kurang lebih enam bulan, tim robotik Labschool Unesa bekerja keras mengembangkan robot sumo mulai dari mendesain rangka mekanik, menyusun ribuan baris kode pemrograman, hingga merakit berbagai komponen. Setiap unit robot bahkan membutuhkan biaya produksi sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta.

Sebelum bertolak ke Singapura, kemampuan robot mereka lebih dulu ditempa melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Robotik di Kota Batu. Dari ajang tersebut, tim melakukan berbagai evaluasi untuk menyempurnakan sistem kendali, memperkuat desain pertahanan, hingga meningkatkan performa robot agar mampu bersaing di level internasional.

Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan yang memberi ruang bagi pengembangan minat dan bakat mampu melahirkan prestasi bertaraf dunia.

"Komitmen Labschool Unesa adalah memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengembangkan potensinya, termasuk di bidang robotik," ujar Prof. Sujarwanto.

Ia menegaskan sekolah tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa berkembang secara optimal.

"Semua kami fasilitasi sehingga anak-anak bisa bertanding dengan maksimal dan percaya diri. Alhamdulillah hasilnya mereka mampu menjadi juara," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, para siswa akan mengikuti program pre-university class di Khon Kaen University, Thailand, pada 2027. Program itu bertujuan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi robotik internasional berikutnya di Riyadh, Arab Saudi.

Prof. Sujarwanto mengungkapkan, kemenangan tahun ini menjadi pencapaian yang sangat istimewa karena merupakan prestasi tiga tahun berturut-turut sejak 2024.

"Anak-anak ini masih duduk di kelas XI dan XII. Tahun depan kami akan kembali mengikuti kompetisi di Arab Saudi. Harapannya pada 2027 nanti mereka kembali mampu mengharumkan nama Indonesia," tuturnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Unesa, Hj. Endah Purnomowati Nurhasan, M.Pd. Menurutnya, prestasi internasional lahir dari proses pembinaan yang konsisten, bukan sekadar persiapan menjelang perlombaan.

"Kami ingin anak-anak mendapatkan dukungan terbaik agar dapat terus berkembang. Semoga melalui pendampingan para mentor, mereka kembali meraih hasil terbaik pada kompetisi tahun depan," ujarnya.

Dalam proses pengembangan robot, tim mendapat pendampingan teknis dari mahasiswa Fakultas Teknik Unesa angkatan 2024, Zikry Azizy Aljava. Pendampingan tersebut berperan penting dalam penyempurnaan aspek mekanik maupun pemrograman sehingga performa robot meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Tim Robotik, Evan Beck Nararya, mengungkapkan perjuangan menuju podium juara dipenuhi latihan intensif hingga menjelang keberangkatan ke Singapura.

"Kami terus latihan tanpa henti, bahkan sampai H-1 minggu keberangkatan. Kami sempat sangat gugup karena harus menghadapi tim-tim kuat dari Malaysia dan Singapura yang memiliki spesifikasi robot serta strategi permainan berbeda. Alhamdulillah kami bisa menjadi juara," ungkap Evan.

Menurut Evan, keberhasilan dalam kompetisi robotik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kemampuan menjaga fokus saat bertanding.

"Kuncinya adalah tetap tenang, sabar, dan cermat membaca situasi ketika bertanding," katanya.

Ia mengakui tim asal Malaysia menjadi lawan paling berat karena memiliki persiapan yang sangat matang. Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk mengembangkan teknologi robot yang lebih inovatif pada kompetisi berikutnya.

Prestasi empat siswa SMA Labschool Unesa ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. Dengan perpaduan kreativitas, disiplin, inovasi, dan pendampingan yang tepat, karya anak bangsa terus menunjukkan kualitasnya di kancah internasional sekaligus membawa harum nama Indonesia.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut