Pencarian Pemburu Ikan Hilang di Pantai Pulau Merah Dilanjutkan, Basarnas Kerahkan Drone Thermal
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Upaya pencarian terhadap seorang pemburu ikan yang dilaporkan hilang di perairan selatan Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, kembali dilanjutkan pada Kamis (16/7/2026). Memasuki hari kedua operasi, tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan mengerahkan perahu karet, drone thermal, hingga penyisiran di sepanjang garis pantai.
Korban diketahui bernama Muhammad Jafar Sodiq (35), warga Dusun Sukorejo RT 02 RW 03, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Hingga operasi hari kedua berlangsung, korban masih belum ditemukan.
Agar pencarian lebih efektif, tim SAR membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan perahu karet Basarnas dengan metode Parallel Search Pattern pada area sekitar 5,5 nautical mile.
Sementara itu, SRU kedua memanfaatkan drone thermal untuk melakukan pemantauan dari udara dengan cakupan sekitar 1,1 nautical mile. Di sisi lain, SRU ketiga menyisir kawasan pesisir Pantai Pulau Merah ke arah barat sejauh 5,52 kilometer menggunakan pola Visual Track Line.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Basarnas Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Polsek dan Koramil Pesanggaran, Satpolairud Polres Banyuwangi, Life Guard Pulau Merah, Dinas Pemadam Kebakaran Banyuwangi, Barak Rescue, RAPI, BSI, hingga masyarakat setempat.
Untuk mendukung proses evakuasi, tim mengerahkan sejumlah peralatan, seperti rescue car, perahu karet lengkap dengan mesin tempel, perlengkapan water rescue, alat medis, perangkat komunikasi, serta drone thermal.
Selama operasi berlangsung, cuaca di lokasi terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 13 kilometer per jam dari arah barat daya. Meski demikian, gelombang laut mencapai 1,5 hingga 2 meter, sehingga seluruh personel tetap mengutamakan prosedur keselamatan selama pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan seluruh unsur SAR terus memaksimalkan upaya pencarian dari berbagai jalur.
"Memasuki hari kedua operasi, kami terus mengoptimalkan pencarian melalui penyisiran di laut, udara, maupun sepanjang garis pantai. Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi," ujar I Made Oka Astawa.
Basarnas Banyuwangi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi dan masyarakat yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi berkala menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan hingga korban berhasil ditemukan.
Editor: Arif Ardliyanto