Dai Tak Bisa Lagi Ceramah Seperti Dulu, Guru Besar UINSA Bongkar Cara Dakwah Baru di Masyarakat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tantangan yang dihadapi masyarakat terus berkembang. Persoalan sosial, ekonomi, hingga perubahan pola kehidupan membuat metode dakwah juga dituntut beradaptasi. Dai tidak lagi cukup hanya menyampaikan ceramah, tetapi harus mampu menjadi pemberi solusi yang dekat dengan realitas kehidupan umat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Milad Ke-2 Lembaga Dakwah Rahmatan Lil Alamin (LDRA) yang digelar di Gedung Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga, Surabaya, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat sinergi antara dai, takmir masjid, alumni pondok pesantren, serta masyarakat untuk menghadirkan dakwah yang lebih ramah, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. KH. Ali Azis, M.Ag., yang menjadi penceramah utama menegaskan bahwa keikhlasan tetap menjadi fondasi utama dalam berdakwah. Menurutnya, dakwah yang lahir dari hati akan lebih mudah diterima dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan dakwah saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Karena itu, para dai harus memperkuat kolaborasi dan tidak berjalan sendiri.
"Seorang dai harus sabar, peka terhadap fenomena sosial, serta mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat," ujar Prof. Ali Azis.
Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan tagline "Ingat Khatib, Ingat LDRA" sebagai identitas lembaga yang membina para khatib dan dai agar memiliki kompetensi keagamaan, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Editor: Arif Ardliyanto