get app
inews
Aa Text
Read Next : Rahasia Pengusaha Surabaya Bangun 4 Gerai Minuman dalam 3 Tahun, Kuncinya Ternyata Bukan Modal Besar

Aturan Impor Berubah Total, Importir Wajib Tahu Ketentuan Baru Ini agar Tak Kena Hambatan

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:59 WIB
header img
Perubahan regulasi impor menuntut pelaku usaha lebih adaptif. Forum di Semarang mengungkap mayoritas impor Jawa Tengah mencapai 84,39 persen untuk bahan baku industri. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, surveyor, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem tata niaga impor yang tertib, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing industri nasional.

Jawa Tengah Andalkan Impor untuk Menopang Industri

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Suci Baskoro Wati, menilai forum edukasi semacam ini penting untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Kegiatan ini sangat penting karena mempertemukan pemerintah, lembaga pendukung perdagangan, serta dunia usaha dalam membangun ekosistem perdagangan yang semakin tertib, transparan, dan berdaya saing," ujarnya.

Suci menjelaskan, Jawa Tengah merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia sehingga aktivitas impor memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan sektor industri.

Menurutnya, perhatian publik selama ini lebih banyak tertuju pada ekspor. Padahal, keberhasilan ekspor tidak terlepas dari sistem impor yang mampu menyediakan bahan baku, bahan penolong, hingga barang modal bagi industri dalam negeri.

Data 2026: Bahan Baku Industri Dominasi Impor Jawa Tengah

Berdasarkan data tahun 2026, struktur impor Jawa Tengah didominasi bahan baku dan bahan penolong industri sebesar 84,39 persen. Sementara barang modal mencapai 10,75 persen, sedangkan barang konsumsi hanya 4,86 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar barang yang masuk ke Jawa Tengah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi industri, bukan untuk konsumsi masyarakat.

Komoditas yang paling banyak diimpor meliputi mesin dan peralatan mekanis maupun elektrik beserta komponennya sebesar 26,07 persen, disusul tekstil dan produk tekstil 14,57 persen, serta plastik dan karet 11,22 persen.

Berbagai komoditas tersebut menjadi penopang utama industri tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, elektronik, hingga berbagai sektor manufaktur lainnya.

Sementara itu, berdasarkan struktur impor nonmigas, China, Amerika Serikat, dan Vietnam masih menjadi negara pemasok utama dengan kontribusi mencapai 69,81 persen. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa impor masih menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung investasi, menjaga kelangsungan produksi, serta memperkuat daya saing industri di Jawa Tengah.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut