get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekspor dan Impor di Surabaya Tumbuh Positif, Arus Peti Kemas Tembus 119 Ribu TEUs

Narkoba Incar Pelajar Surabaya, 100 Siswa SMAN Dibekali Cara Kenali Modus Baru

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:23 WIB
header img
Pelajar Surabaya dibekali edukasi bahaya narkoba dan modus baru penyalahgunaan zat berbahaya melalui program Pelindo dan BNN Jawa Timur di SMAN 8 Surabaya. (Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar).

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar informasi yang diterima anak muda semakin luas dan tepat sasaran.

Ia berharap pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya menyimpan pengetahuan untuk dirinya sendiri. Informasi mengenai bahaya narkoba diharapkan dapat dibagikan kembali kepada teman maupun lingkungan terdekat.

Pelajar Perlu Waspadai Modus Baru

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jawa Timur, Hari Prianto, mengatakan masa SMA merupakan periode penting dalam pembentukan karakter sekaligus kemampuan seseorang mengambil keputusan.

Karena itu, pemahaman mengenai narkoba perlu diberikan sebelum seorang pelajar menghadapi situasi yang berisiko.

Menurut Hari, perkembangan ancaman narkotika juga membuat upaya pencegahan harus terus mengikuti perubahan. Pelajar tidak cukup hanya mengetahui jenis narkotika yang selama ini sudah dikenal masyarakat.

Mereka juga perlu mengenali New Psychoactive Substances (NPS) serta berbagai modus baru yang berpotensi menyasar kelompok usia muda.

“Pencegahan bukan hanya tentang mengetahui bahwa narkoba berbahaya, tetapi juga membangun ketahanan diri, keberanian untuk mengatakan tidak, serta kemampuan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat,” ujar Hari.

BNN Provinsi Jawa Timur turut mengapresiasi keterlibatan Pelindo dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sinergi tersebut dinilai penting karena edukasi mengenai narkoba membutuhkan jangkauan yang luas. Sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis untuk membangun kesadaran pelajar sejak dini.

Kepala SMAN 8 Surabaya, Asmali, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, siswa memperoleh pengetahuan tambahan mengenai risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus cara menghadapi berbagai modus yang terus berkembang.

“Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba serta cara melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya. Harapannya, mereka memiliki keberanian dan ketegasan untuk mengatakan tidak pada narkoba,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Maria Angel Purne, mengaku mendapat sejumlah informasi baru dari sosialisasi tersebut. Pengetahuan itu membuatnya lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan remaja.

“Informasi ini sangat penting dan sebelumnya belum banyak kami ketahui. Materinya juga disampaikan dengan menarik dan mudah dipahami. Kami berharap informasi yang kami dapatkan bisa diteruskan kepada teman-teman agar semakin banyak pelajar yang memahami dan terhindar dari bahaya narkoba,” kata Maria.

Melalui kegiatan tersebut, Pelindo dan BNN Jawa Timur berharap pelajar tidak berhenti pada pemahaman tentang bahaya narkoba. Mereka juga didorong menjadi bagian dari lingkungan yang berani menolak penyalahgunaan narkotika dan mengajak orang-orang di sekitarnya menjaga pergaulan yang sehat.

Dengan begitu, gerakan pencegahan narkoba tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi dapat menyebar melalui para pelajar ke lingkungan pertemanan, keluarga, hingga masyarakat.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut