get app
inews
Aa Text
Read Next : Muktamar NU ke-35 Makin Dekat, Para Kiai Beri Peringatan Keras soal Politik Uang, Ini Poinnya

Kandidat Ketua Umum PBNU Saling Serang, Kiai Jombang Ingatkan Hal yang Tak Boleh Hilang di NU

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:30 WIB
header img
Muktamar NU ke-35 di Jombang mendapat sorotan kiai pesantren. KH Junaidi Hidayat mengingatkan kandidat dan pendukung menjaga akhlak Nahdliyin. Foto iNewsSurabaya.id/aries

Jangan Nilai Kandidat Hanya dari Ilmu Agama

Di tengah panasnya dinamika pencalonan, KH Junaidi juga mengingatkan warga NU agar tidak melihat calon pemimpin hanya berdasarkan satu kemampuan.

Menurutnya, NU memasuki abad kedua dengan tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, organisasi membutuhkan pemimpin yang bukan hanya memiliki pemahaman keagamaan kuat, tetapi juga mampu mengelola organisasi besar, membangun jaringan, mengembangkan ekonomi, serta memperkuat sektor pendidikan.

Ia kemudian menyinggung Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, sebagai salah satu figur yang menurutnya memiliki pengalaman kepemimpinan cukup lengkap.

"Karena seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya," jelasnya.

KH Junaidi melihat pengalaman Gus Kikin di sejumlah bidang sebagai modal yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan arah kepemimpinan NU ke depan.

"Saya melihat Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh. Beliau juga seorang pengusaha, punya kekuatan di bidang jaringan untuk bagaimana membangun. Di media juga beliau pernah punya media televisi," ungkapnya.

KH Junaidi meminta para pengambil keputusan dalam Muktamar tidak terjebak pada penilaian yang parsial. Rekam jejak, pengalaman, kemampuan organisasi, jaringan, hingga visi calon perlu dilihat secara menyeluruh.

"Artinya, melihat ketokohan seseorang jangan dilihat dari satu aspek, tetapi secara utuh. Karena NU membutuhkan kekuatan itu," katanya.

Ia berharap Muktamar ke-35 NU di Tambakberas nantinya tidak meninggalkan persoalan baru akibat rivalitas politik. Sebaliknya, forum tersebut diharapkan mampu menjadi titik balik untuk memperkuat persatuan dan menyusun agenda besar NU menghadapi tantangan abad kedua.

Menurutnya, sejumlah pekerjaan besar seperti penguatan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pembenahan manajemen organisasi, serta perluasan jaringan internasional membutuhkan kepemimpinan yang memiliki wawasan luas.

KH Junaidi pun berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama.

"Sehingga NU betul-betul akan siap untuk bisa masuk pada pertarungan abad kedua dengan kedigdayaan dalam semua aspek, secara ekonomi, manajerial, jaringan internasional, pendidikan, dan sebagainya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut