get app
inews
Aa Text
Read Next : Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, PCNU Jombang Ungkap Sisi yang Tak Diketahui Banyak Orang

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:59 WIB
header img
Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031 melalui musyawarah AHWA. Simak rekam jejak, dukungan 472 suara, dan gagasannya untuk NU. (Foto: Istimewa).

Raih 472 Usulan, Gus Kikin Unggul Jauh

Nama Gus Kikin sebelumnya telah memperoleh dukungan paling tinggi dalam proses pengusulan calon Ketua Umum PBNU.

Dari lima nama yang diajukan muktamirin, Gus Kikin mengantongi 472 suara usulan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sekaligus terpaut cukup jauh dari kandidat lainnya.

KH Zulfa Mustofa berada di posisi kedua dengan 262 suara, disusul KH Abdussalam Shohib dengan 261 suara. Sementara KH Yahya Cholil Staquf mendapatkan 258 suara dan KH Abdul Ghofar Rozin memperoleh 155 suara.

Perolehan 472 suara membuat Gus Kikin memiliki dukungan hampir dua kali lipat dibandingkan kandidat yang berada di posisi kedua.

Dukungan tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan penting sebelum sembilan ulama AHWA bermusyawarah menentukan Ketua Umum PBNU periode mendatang.

Dianggap Sosok Teduh dan Tidak Bergantung pada NU

Terpilihnya Gus Kikin mendapat respons positif dari sejumlah ulama di Jawa Timur.

Ketua PCNU Kabupaten Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik menyebut Gus Kikin memiliki latar belakang keluarga yang sangat dekat dengan sejarah berdirinya NU. Ia merupakan keturunan langsung Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

"Beliau zuriah muassis, cicit Hadratussyaikh, darahnya sudah tidak diragukan lagi. Beliau pengusaha yang sudah mentas, tidak golek urip nang NU, bisa nguripi. Kepemimpinan beliau teduh dan adem," ujar KH Fahmi saat ditemui di Tebuireng.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir. Menurut dia, karakter kepemimpinan Gus Kikin yang teduh menjadi salah satu kekuatan yang dibutuhkan NU.

Gus Kikin dinilai mampu menjaga suasana organisasi agar tetap sejuk, menghindari kegaduhan, serta mengedepankan ukhuwah dalam menjalankan roda organisasi.

Cicit Hadratussyaikh dan Pengasuh Tebuireng

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia.

Jejak kepemimpinannya juga tidak terlepas dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Gus Kikin dipercaya meneruskan kepengasuhan pesantren tersebut setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pada 2020.

Sebelum dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin juga memiliki pengalaman dalam struktur organisasi NU. Ia pernah menjadi salah satu ketua di PBNU dan dipercaya memegang amanah dari 45 PCNU di Jawa Timur.

Pada periode 2024-2029, Gus Kikin menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Gus Kikin untuk memasuki panggung kepemimpinan PBNU. Terlebih, kepemimpinannya kini akan berlangsung pada fase penting ketika NU memasuki abad kedua perjalanan organisasinya.

Bawa Gagasan Qanun Asasi dan Kemandirian Ekonomi

Dalam arah kepemimpinannya, Gus Kikin membawa sejumlah gagasan yang berkaitan dengan penguatan fondasi organisasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah menghidupkan kembali Qanun Asasi sebagai pedoman dasar NU. Selain itu, ia juga mendorong penguatan adab, sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga Nahdliyin.

Latar belakang Gus Kikin sebagai pengusaha turut memberi warna tersendiri dalam gagasan tersebut. Kemandirian ekonomi warga NU dipandang sebagai salah satu bagian penting agar organisasi tidak hanya kuat secara kultural dan keagamaan, tetapi juga memiliki basis ekonomi yang kokoh.

Semangat tersebut bahkan mengingatkan pada Hasan Gipo, Ketua Umum pertama NU yang dikenal memiliki latar belakang pengusaha.

Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepemimpinan PBNU 2026-2031 kini berada di tangan sosok yang memiliki hubungan genealogis dengan pendiri NU, pengalaman mengelola pesantren, sekaligus rekam jejak dalam organisasi.

Penetapan ini juga melengkapi terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031.

Dari Tambakberas, Jombang, babak baru kepemimpinan NU pun dimulai. Gus Kikin membawa mandat untuk menjaga tradisi para muassis sekaligus menerjemahkannya ke dalam tantangan NU di abad kedua.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut