Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sampah di Jatim Capai 6,5 Juta Ton per Tahun, Baru 25 Persen Terkelola
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Diharapkan Ambil Peran Optimalisasi Udang Lokal Sebagai Instrumen Ekonomi Indonesia

Rabu, 16 September 2026 | 12:27 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Pemerintah Diharapkan Ambil Peran Optimalisasi Udang Lokal Sebagai Instrumen Ekonomi Indonesia
Petambak dan pembudi daya udang Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah masuknya udang impor asal Ekuador ke pasar nasional. Foto: Dok

Bahkan, berkembang sinyalemen bahwa udang Ekuador tersebut merupakan produk yang sebelumnya ditolak masuk ke China karena terdeteksi senyawa metabisulfit yang digunakan sebagai bahan pengawet. 

Dr.Ir.Hasanuddin Atjo menyoroti adanya impor udang dalam jumlah besar masuk di Jawa Timur. Menurutnya, jangan sampai udang dari negara lain masuk ke Indonesia menimbulkan penyakit lain.

"Misalnya membawa penyakit, kemudian bocor ke pasar dalam negeri karena bisa mengganggu stabilitas harga pasar." kata Atjo saat dihubungi, Selasa pagi, 15 September 2026. 

Atjo juga mengatakan bila Harga Pokok Produksi (HPP) udang Ekuador dan India lebih rendah sekitar USD1-USD1,5 per kilogram dibandingkan HPP udang Indonesia. Selisih tersebut, kata Atjo, menjadi tantangan besar bagi petambak nasional yang harus menanggung biaya pakan, listrik, logistik, BBM, serta berbagai kebutuhan produksi lainnya.

"Kesenjangan biaya produksi inilah yang perlu segera dibenahi jika Indonesia ingin mempertahankan posisi sebagai salah satu produsen dan eksportir udang dunia." ujarnya. 

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut