Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Hentikan Sementara SPPG Kalitengah, Usai Ratusan Santri Diduga Keracunan
Advertisement . Scroll to see content

Dari Kitab Kuning ke Dunia Bisnis, Pesantren Bangun Kemandirian Ekonomi Santri

Minggu, 01 November 2026 | 16:34 WIB
  • author Lukman Hakim
Dari Kitab Kuning ke Dunia Bisnis, Pesantren Bangun Kemandirian Ekonomi Santri
Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Prof. Dr. KH Muhammad Zakki (kanan). (Foto : istimewa).

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Pondok pesantren didorong menjadi pusat pendidikan agama sekaligus penggerak kemandirian ekonomi masyarakat. 

Melalui pengembangan kewirausahaan, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang memiliki pemahaman agama dan keterampilan membangun usaha.

Gagasan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Prof. Dr. KH Muhammad Zakki, setelah dikukuhkan sebagai guru besar di Universiti Geomatika Malaysia, Melaka, Malaysia. 

Gagasan itu menjadi bagian dari orasi ilmiahnya yang berjudul Ekosistem Usaha Pesantren Entrepreneur: Transformasi Pesantren dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Motor Penggerak dan Pusat Ekonomi Umat.

Menurut Zakki, pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem ekonomi yang melibatkan santri, pengusaha, jemaah, dan masyarakat sekitar. Karena itu, pendidikan pesantren perlu diperkuat dengan pembelajaran kewirausahaan agar para santri memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi.

"Jika dulu pesantren mencetak santri yang alim, maka hari ini pesantren harus mencetak santripreneur yang alim dan mandiri secara ekonomi. Tidak hanya tafaqquh fi diin (memahami agama), tetapi juga tafaqquh fi tijaarah (memahami dagang)," kata Zakki saat menggelar tasyakuran pengukuhannya sebagai guru besar di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Minggu (1/11/2026).

Gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan sejumlah kegiatan usaha berbasis pesantren. Di antaranya investasi emas, usaha komoditas perhiasan emas, serta pengembangan keterampilan barista kopi bagi santri di Jawa Timur (Jatim).

Zakki mengatakan, pengembangan usaha tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi santri dan masyarakat untuk memulai kegiatan ekonomi produktif. Mereka yang belum memiliki usaha didorong berani merintis bisnis, sedangkan pelaku usaha yang sudah berkembang diharapkan dapat memperluas skala usahanya.

"Hari ini dalam rangka mencatatkan satu ekosistem baru pada UMKM di bidang komoditas perhiasan emas. Tentu juga ada barista kopi. Semoga anak-anak kita semakin tumbuh. Yang belum punya usaha bisa memulai usaha, sedangkan yang sudah berkembang bisa semakin besar," ungkapnya.

Untuk memperluas peluang tersebut, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan Pegadaian di Jatim. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses dan peluang usaha baru, khususnya dalam pengembangan bisnis emas serta pemberdayaan UMKM.

Menurut Zakki, ekosistem ekonomi pesantren tidak hanya diperuntukkan bagi para santri. Jemaah dan komunitas masyarakat juga dilibatkan agar manfaat kegiatan usaha dapat dirasakan lebih luas.

Sejumlah komunitas yang terlibat di antaranya jemaah Ngaji Sugi, Mukmin Mandiri, Masjid Al-Furqon, Takmirul Muslimin, serta komunitas lainnya. Dengan keterlibatan berbagai kelompok tersebut, pesantren diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi ekonomi yang mempertemukan pelaku usaha dan masyarakat.

Pengembangan ekonomi berbasis pesantren ini juga mendapat perhatian Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf. Dia menilai pengalaman Zakki sebagai kiai, pengusaha, sekaligus akademisi dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat.

Musyafak berharap terjalin sinergi antara Pemerintah Provinsi Jatim, DPRD Jatim, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, dan pelaku UMKM. Menurutnya, Jatim memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional serta daerah dengan basis UMKM yang kuat.

"Insyaallah akan ada sinergi antara Pemerintah Provinsi Jatim, DPRD Provinsi Jatim, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, dan usaha-usaha UMKM yang ada. Mudah-mudahan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat kita," katanya.

Sementara itu, Pengurus PBNU Ali Maschan Moesa mengenang Zakki sebagai sosok yang memiliki semangat dan inovasi sejak masih menjadi mahasiswa di IAIN, termasuk saat aktif di Senat Mahasiswa dan PMII.

Ali berharap pencapaian akademik tersebut dapat diikuti dengan kontribusi lebih besar dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan pesantren.

"Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi profesor. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi rektor Universitas Pesantren Mukmin Mandiri," tuturnya.

Tasyakuran pengukuhan guru besar tersebut dihadiri sekitar 500 orang, terdiri dari 300 pengusaha dan 200 jemaah preneur. Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, serta Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin turut hadir.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut