Bukan Sekadar Pawai, 1.300 Anak PAUD di Sampang Diajari Cinta Tanah Air Sejak Dini
SAMPANG, iNewsSurabaya.id – Suasana jalanan Kabupaten Sampang, Madura, tampak berbeda. Ribuan anak usia dini tampil mengenakan beragam kostum budaya dan atribut perjuangan dalam sebuah pawai yang menarik perhatian masyarakat, Minggu (8/11/2026).
Sebanyak 1.300 siswa dari 53 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Sampang ambil bagian dalam pawai budaya yang digelar Pengurus Cabang Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (PC Himpaudi) Kecamatan Sampang.
Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyambut Hari Pahlawan. Peserta memulai perjalanan dari Pasar Srimangunan dan bergerak menuju Alun-Alun Trunojoyo Sampang.

Beragam penampilan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri. Dengan mengenakan kostum bernuansa budaya Nusantara hingga atribut yang menggambarkan semangat perjuangan, para peserta mengikuti pawai dengan penuh keceriaan. Guru dan orang tua turut mendampingi sepanjang perjalanan.
Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan pendidikan yang ingin ditanamkan kepada generasi muda. Pawai budaya dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, membangun rasa cinta tanah air, serta mengenalkan arti persatuan dan perjuangan sejak usia dini.
Ketua Himpaudi Kecamatan Sampang, Sa'id S.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara membentuk karakter anak melalui pendekatan pendidikan yang menyenangkan.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan memiliki makna penting dalam dunia pendidikan anak usia dini. Kedua momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan nilai nasionalisme, kebersamaan, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
"Melalui pawai budaya ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang keberagaman budaya Indonesia sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Anak-anak perlu belajar bahwa persatuan, kebersamaan, dan semangat perjuangan merupakan nilai penting yang harus mereka miliki," ujar Sa'id.
Editor: Arif Ardliyanto