Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nekat Gadaikan Mobil Kredit, Warga Madiun Dipenjara 1 Tahun dan Denda Rp20 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Polres Madiun Resmi Larang Jebakan Tikus di Sawah Gunakan Aliran Listrik, Ini Penyebabnya

Sabtu, 11 Juni 2022 | 17:55 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Polres Madiun Resmi Larang Jebakan Tikus di Sawah Gunakan Aliran Listrik, Ini Penyebabnya
Polres Madiun mengeluarkan larangan penggunaan jebakan tikus di sawah dengan listrik

MADIUN, iNews.id – Polres Madiun mengeluarkan larangan penggunaan jebakan tikus di sawah dengan listrik. Sebab, banyak kejadian petani meninggal lantaran tersnegat aliran listrik yang dipasang untuk tikus.

Kapolres Madiun, AKBP Anton Prasetyo  mengatakan,  pihaknya telah menginstruksikan ke seluruh kepolisian sektor (Polsek) hingga Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di tiap desa untuk melakukan sosialisasi tentang larangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik.

“Kami sudah menyampaikan ke seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas guna mengimbau warga dan memasang spanduk untuk melarang penggunaan jebakan tikus listrik di persawahan dan perkebunan karena berbahaya,” katanya.

Menurut dia, langkah sosialisasi pelarangan tersebut telah dilakukan secara intensif karena banyak kasus petani yang tersengat aliran listrik dari jebakan tikus tersebut hingga meninggal dunia. “Dalam sebulan ini, terdapat dua kasus petani di Kabupaten Madiun meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri. Sebelumnya lebih banyak lagi kasusnya,” ujarnya.

Selain dinilai berbahaya karena mengancam nyawa, penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik untuk membasmi tikus juga melanggar hukum. “Ada sanksi pidananya yaitu kelalaian yang mengakibatkan kematian seseorang. Tentunya masyarakat harus paham bahwa untuk menyelamatkan sawahnya bukan berarti harus mengorbankan nyawa,” kata Anton.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut