Hari kedua diawali dengan hiking ke kawasan hutan kaki Gunung Anjasmoro, menghadirkan pengalaman mendalam tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam. Kegiatan ditutup dengan sesi team building, yang memperkuat sinergi kader muda dan senior dalam menjalankan misi lingkungan di komunitas masing-masing.
“Pembelajaran terbaik adalah yang menyentuh hati. Di sini, kader belajar langsung dari alam,” ungkap Yusron Aminullah, CEO DeDurian Park sekaligus fasilitator kegiatan.
Antusiasme kader muda begitu terasa. Salah satunya, Adis, mengaku sempat ragu berkontribusi dalam isu lingkungan, namun kini justru merasa menemukan panggilan hatinya.
“Saya ingin mulai dari lingkungan saya sendiri. Dari langkah kecil yang bisa saya lakukan,” ujarnya.
Kampung Edukasi Sampah (KES), komunitas peduli lingkungan yang berasal dari RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo mulai cetak kader lingkungan. Foto iNewsSurabaya/ist
Sementara itu, Puput, kader senior, menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat generasi muda. “Saya yakin estafet perjuangan ini akan terus berjalan. Kita hanya membuka jalan, mereka yang akan melanjutkan.” katanya.
Selama pelatihan, para peserta menerapkan gaya hidup berkelanjutan: membawa tumbler pribadi, menghindari plastik sekali pakai, memilah sampah mandiri, dan membangun kebiasaan baik dari hal-hal kecil.
“Kami tidak mencari kader paling pintar, tapi yang paling peduli dan siap bergerak,” tegas Edi Priyanto.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kampung kecil, dari tangan-tangan relawan yang bekerja dengan cinta, dan dari pelatihan sederhana yang sarat makna.
“Satu edukasi, satu aksi, satu perubahan kecil bila dilakukan secara konsisten akan menjadi warisan besar untuk bumi yang lestari,” pungkas Edi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
