Sengketa Hak Asuh di Surabaya, Sang Ayah Bantah Telantarkan Anak

Lukman Hakim
Ilustrasi penelantaran anak. Foto : Surabaya.iNews.id/ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sengketa hak asuh dua anak di Surabaya, antara Wie Wie Tjia dengan mantan istrinya SYP masih berlanjut. Perkara itu kini bergulir ke Mahkamah Agung (MA) melalui proses kasasi.

Kuasa hukum Wie Wie Tjia, Jovita Elizabeth membantah sejumlah informasi yang beredar terkait perkara hak asuh anak yang kini bergulir hingga tingkat kasasi.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul pengajuan banding oleh pihak SYP atas putusan Pengadilan Negeri yang sebelumnya menetapkan hak asuh anak berada pada ayah. 

“Tudingan bahwa anak-anak klien kami tidak disekolahkan adalah tidak benar. Anak-anak dalam kondisi sehat dan tetap bersekolah,” katanya, Senin (19/1/2026).

Jovita juga membantah klaim bahwa ibu anak-anak tersebut dilarang bertemu dengan buah hatinya. Menurut dia, pihak ayah tidak pernah membatasi pertemuan dan tidak pernah mempengaruhi anak.

“Sebab, anak-anak sendiri punya naluri dan perasaan dimana mereka ingin tinggal dan lebih memiliki kedekatan kepada ayahnya ketimbang ibunya,” ujarnya.

Terkait proses hukum, Jovita menjelaskan bahwa gugatan cerai diajukan oleh pihak istri dengan permohonan hak asuh dua anak serta tuntutan nafkah Rp25 juta per bulan. 

Dalam putusan Pengadilan Negeri Surabaya, majelis hakim mengabulkan perceraian dan menetapkan anak berada dalam pengasuhan ayah berdasarkan bukti dan fakta persidangan. Namun, putusan tersebut kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi setelah pihak istri mengajukan banding. 

“Putusan banding yang menetapkan hak asuh kepada ibu kini masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung dan belum berkekuatan hukum tetap,” jelas Jovita.

Sementara itu, Wie Wie Tjia membeberkan kronologi awal konflik rumah tangganya yang bermula pada Desember 2024. Ia mengaku secara mendadak tidak diperkenankan bertemu anak-anaknya setelah istrinya menunjuk kuasa hukum tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Saya hanya ingin bertemu anak. Tidak ada niat lain,” ujar Wie Wie.

Ia mengklaim anak-anak menunjukkan trauma dan memilih tinggal bersamanya..“Anak-anak disekolahkan, diperiksa psikolog, dan kondisi mereka baik. Semua tuduhan terhadap saya terbantahkan dalam proses investigasi,” kata Wie Wie.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network