Seluruh bahan tersebut dicampur dalam satu wadah, ditutup rapat, diberi lubang kecil, lalu difermentasi selama beberapa hari hingga siap digunakan. Selain POC, petani juga diperkenalkan pada pembuatan eco-enzyme dari limbah dapur sebagai solusi tambahan pertanian ramah lingkungan.
Cholifah mengapresiasi langkah PLN Indonesia Power UBP Grati yang dinilainya serius dalam mendampingi petani, tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga edukasi.
“Saya salut karena petani diberi wawasan, keterampilan, dan pendampingan. Ini penting untuk keberlanjutan alam dan masa depan pertanian,” tuturnya.
Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Salah satu petani mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap belajar bertani.
“Kegiatan ini sangat membantu, apalagi untuk petani pemula. Harapannya bisa terus berlanjut dan memberi dampak nyata,” ungkapnya.
Melalui Program Eco Agropreneur, PT PLN Indonesia Power UBP Grati berharap lahir petani-petani desa yang lebih mandiri, inovatif, serta mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian tanpa merusak lingkungan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
