Program Gentengisasi Prabowo Dinilai Berpotensi Dorong Ekonomi Warga

Lukman Hakim
Bendahara DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Ferdians Reza Alvisa. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Usulan program gentengisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. 

Program tersebut mengusulkan penggunaan atap genteng sebagai alternatif pengganti atap seng yang masih banyak digunakan di Indonesia.

Bendahara DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Ferdians Reza Alvisa, menilai program gentengisasi berpotensi menekan angka impor atap seng yang nilainya mencapai hampir Rp5 triliun setiap tahun. Selain itu, penggunaan genteng tanah liat dinilai lebih aman dan ramah kesehatan dibandingkan atap berbahan asbes.

“Angka impor atap seng hampir Rp5 triliun setiap tahun. Sementara atap asbes juga berpotensi membahayakan kesehatan. Genteng tanah liat relatif awet dan lebih aman bagi masyarakat,” ujar Alvisa, Rabu (11/2/2026).

Politikus yang akrab disapa Alvis itu menambahkan, jika program gentengisasi berjalan luas, maka permintaan genteng tanah liat diperkirakan meningkat signifikan dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sektor UKM.

“Dari rumah subsidi saja di Jatim, satu rumah membutuhkan lebih dari seribu genteng. Jika permintaan meningkat, pelaku UKM genteng akan menerima banyak pesanan dan berpotensi membuka ribuan hingga puluhan ribu lapangan kerja baru,” jelasnya.

Selain itu, genteng dinilai lebih efisien dari sisi perawatan. Jika terjadi kerusakan, hanya bagian tertentu yang perlu diganti, berbeda dengan atap seng yang umumnya harus diganti dalam satu lembar besar.

Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menilai program gentengisasi memiliki peluang mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

“Program ini berpotensi mewujudkan hunian yang lebih layak sekaligus menggerakkan UKM lokal yang memproduksi genteng,” ujarnya.

Menurut Hendry, mayoritas produsen genteng tanah liat merupakan UKM rumahan yang mempekerjakan puluhan tenaga kerja. Namun, peningkatan penyerapan tenaga kerja tetap bergantung pada besarnya permintaan dan penggunaan teknologi produksi.

“Jika permintaan meningkat, peluang penambahan tenaga kerja tentu terbuka. Namun perlu dilihat juga perkembangan teknologi industri genteng yang bisa membuat produksi lebih cepat dan efisien tanpa harus menambah banyak pekerja,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network