Ia menambahkan, pemilihan tanaman seperti cengkih dan pala merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. Dua komoditas tersebut selama ini menjadi identitas sekaligus sumber penghidupan masyarakat Maluku.
Sementara itu, Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, memastikan program penghijauan ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata. Pelindo telah menyiapkan mekanisme pemantauan dan pendampingan agar seluruh tanaman dapat tumbuh secara optimal.
"Kami melakukan monitoring setiap bulan dan evaluasi secara berkala. Progres penanaman juga dilaporkan setiap tiga bulan agar program ini benar-benar memberikan hasil," jelas Yandi.
Untuk mendukung keberhasilan program, TPK Ambon juga menyerahkan berbagai sarana pemeliharaan, seperti alat pemotong rumput dan obat pengendali hama. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan bibit hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami tidak hanya menanam, tetapi juga memfasilitasi proses perawatan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," tambahnya.
Program ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur Maluku melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadila, menilai langkah Pelindo sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan luas lahan kritis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Menurut Haikal, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang masih dihadapi Maluku, terutama di kawasan Kota Ambon.
"Upaya seperti ini sangat penting karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Dukungan dunia usaha menjadi energi besar dalam mengurangi lahan kritis sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan," tuturnya.
Haikal juga mengajak masyarakat Negeri Tawiri untuk ikut menjaga dan merawat ribuan bibit yang telah ditanam agar manfaat lingkungan maupun nilai ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kegiatan penghijauan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta masyarakat setempat. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih hijau, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus menghadirkan peluang ekonomi baru melalui hasil tanaman produktif.
Melalui program penanaman 2.500 pohon produktif ini, Pelindo Petikemas berharap kontribusi perusahaan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Maluku.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
