MALANG, iNewsSurabaya.id – Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, berhasil mengembangkan dan memproduksi semen beku dari berbagai ternak unggul.
Termasuk sapi Wagyu, Belgian Blue, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, Sapi Bali, Sapi Madura, Peranakan Ongole, hingga Friesian Holstein.
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menilai keberhasilan BBIB Singosari menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas genetika ternak nasional sekaligus mendukung percepatan swasembada daging di Indonesia.
Menurut Khofifah, pengembangan semen beku Belgian Blue yang dilakukan BBIB Singosari telah dimanfaatkan sejumlah peternak di Jatim, antara lain di Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Potensi pengembangannya pun masih terbuka luas, terutama melalui program kawin silang untuk meningkatkan kualitas ternak lokal.
Selain Belgian Blue, BBIB Singosari juga telah mengembangkan semen beku sapi Wagyu dalam jumlah yang cukup besar. Namun, menurut Khofifah, menghasilkan daging Wagyu berkualitas premium membutuhkan perlakuan dan manajemen pemeliharaan yang khusus.
"Harga daging Wagyu di restoran maupun hotel berbintang masih sangat tinggi, rata-rata di atas Rp1 juta per kilogram. Karena itu proses pemeliharaannya juga tidak murah dan tidak mudah. Namun BBIB Singosari sudah menginisiasi pengembangan ini sejak sekitar lima tahun lalu," ujar Khofifah saat meninjau BBIB Singosari, Minggu (28/6/2026).
Dalam kunjungannya, Khofifah juga melihat langsung sejumlah pejantan unggul yang dimiliki BBIB Singosari, termasuk sapi Belgian Blue yang dikenal memiliki massa otot besar. Ia berharap BBIB terus memberikan pendampingan kepada peternak yang mengembangkan Belgian Blue maupun Wagyu agar mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi.
"Kekuatan BBIB Singosari sangat luar biasa. Pendampingan kepada peternak perlu terus dilakukan, terutama terkait manajemen pemeliharaan dan perlakuan khusus agar kualitas ternak yang dihasilkan semakin baik," katanya.
Khofifah menegaskan keberadaan BBIB Singosari merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak melalui teknologi reproduksi modern.
"Keberadaan BBIB Singosari merupakan aset nasional yang memiliki peran sangat penting dalam mempercepat peningkatan populasi sekaligus kualitas genetik ternak di Indonesia," ujarnya.
Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, BBIB Singosari juga berkembang menjadi salah satu pusat produksi semen beku unggul berstandar internasional yang melayani kebutuhan inseminasi buatan di berbagai negara.
"Potensi besar yang dimiliki BBIB Singosari harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh provinsi. Teknologi reproduksi yang dikembangkan di sini dapat menjadi pengungkit peningkatan produktivitas peternakan nasional," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Akbar menjelaskan bahwa lembaganya saat ini memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan semen beku nasional.
Hingga semester I tahun 2026, BBIB Singosari telah memproduksi 895.559 dosis semen beku dengan total stok mencapai sekitar 4,7 juta dosis. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan program inseminasi buatan nasional hingga tiga tahun ke depan.
Saat ini BBIB Singosari memiliki 192 pejantan unggul yang terdiri atas berbagai rumpun sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba. Beberapa di antaranya adalah Belgian Blue, Wagyu, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, Sapi Bali, Sapi Madura, Peranakan Ongole, serta Friesian Holstein.
Selain melayani kebutuhan domestik, BBIB Singosari juga telah mengekspor lebih dari 35 ribu dosis semen beku ke 11 negara, antara lain Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Nigeria, Afghanistan, Madagaskar, Myanmar, Tanzania, Zimbabwe, Ethiopia, dan Kyrgyzstan.
"Alhamdulillah, stok sekitar 4,7 juta dosis tersedia dan dapat didistribusikan kapan saja sesuai kebutuhan. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga tiga tahun ke depan," kata Akbar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
