Indeks Kualitas Sensus Jatim Capai 55,81 Persen

Lukman Hakim
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat penutupan Rakornas Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Surabaya. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan capaian Indeks Kualitas Sensus (IKS) Jawa Timur (Jatim) hingga saat ini telah mencapai 55,81 persen, menempatkan provinsi tersebut di peringkat kesembilan secara nasional.

Menurut Amalia, capaian tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

"Kami telah melakukan evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi dari tingkat pusat hingga daerah. Terima kasih kepada seluruh insan BPS dan para petugas lapangan yang telah bekerja keras memastikan pendataan menghasilkan data yang akurat," katanya, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan, data hasil Sensus Ekonomi memiliki peran penting dalam menggambarkan struktur perekonomian nasional maupun daerah.

"Melalui sensus ini, kita tidak hanya memperoleh gambaran struktur perekonomian Indonesia, tetapi juga peta ekonomi nasional hingga daerah, termasuk Jatim. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa data statistik yang akurat, mutakhir, dan kredibel merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Menurut Khofifah, BPS memiliki peran strategis sebagai penyedia data yang menjadi rujukan berbagai sektor pembangunan.

"Pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung data yang valid, mutakhir, dan mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting dalam menyediakan peta ekonomi Indonesia yang akurat," katanya.

Khofifah juga mengapresiasi kinerja seluruh jajaran BPS yang terus menghadirkan data berkualitas untuk mendukung proses perencanaan pembangunan.

"Betapa pentingnya perencanaan pembangunan yang didukung akses data yang mutakhir. Kompas pembangunan adalah data-data terbaru dari BPS. Karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan BPS," tuturnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network