Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan produksi keramik dunia turun dari sekitar 15,9 miliar meter persegi menjadi 11 miliar meter persegi.
Penurunan tersebut mencapai sekitar 30 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi di Indonesia yang mencatat kenaikan utilisasi produksi.
Utilisasi industri keramik nasional pada 2024 berada di kisaran 66 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 73 persen pada 2025. "Tahun ini, proyeksinya Asaki minimal dari 73 persen naik ke 75 persen" ujar Edy.
Menurutnya, peningkatan utilisasi menunjukkan industri keramik nasional tidak hanya mampu bertahan di tengah berbagai tekanan. Diantaranya, tingginya harga gas dan melemahnya daya beli masyarakat, tetapi juga mulai menunjukkan pertumbuhan.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi industri keramik dalam negeri untuk memperkuat pasar domestik dan meningkatkan daya saing melalui inovasi teknologi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
