Anak-Anak di Malang Bisa Berinteraksi dengan Karakter Digital, Begini Caranya

Lukman Hakim
Karakter digital tak sekadar tampil di layar, anak-anak bisa berinteraksi langsung. (Foto : istimewa).

MALANG, iNewsSurabaya.id – Teknologi digital kini bisa menghadirkan pengalaman interaktif yang lebih dekat dengan anak-anak. Hal ini terlihat dalam workshop Petualangan Seru, Jelajah Harum di Wuffyspace Malang.

Dua karakter dari brand parfum anak Papoom, yakni Sunday dan Bebe, berinteraksi dengan peserta melalui layar. Keduanya dapat merespons percakapan dan sapaan anak. Bahkan mampu memandu senam pemanasan bersama pembawa acara.

Interaksi tersebut didukung teknologi sinkronisasi gerak mulut dengan suara talent yang berbicara secara langsung dari lokasi berbeda. Menariknya, proses tersebut melibatkan tim yang berada di tiga kota sekaligus. 

Operator bertugas dari Jakarta, talent pengisi suara berada di Bali. Sedangkan peserta mengikuti kegiatan di Malang. Ketiganya terhubung melalui Zoom untuk menjalankan interaksi karakter selama acara berlangsung.

Sistem tersebut dikembangkan oleh tim MDP (Mulai Dari Pagi) selama dua minggu. Mulai dari desain karakter, animasi, hingga integrasi perangkat. Teknologi digunakan untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda tanpa menjadikan perangkat digital sebagai pusat seluruh kegiatan.

Owner MDP, Aldo Alifanto Maulana, mengatakan konsep tersebut berangkat dari keinginan untuk menciptakan pengalaman yang lebih berkesan bagi anak-anak. Menurutnya, karakter yang sebelumnya hanya hadir dalam materi promosi dapat dikembangkan menjadi bagian dari interaksi langsung dengan peserta.

“Sebagai studio, kami ingin memberikan pengalaman yang personal bagi anak dan orang tua. Teknologi kami bawa sebagai sentuhan, bukan pusat perhatian. Harapannya, momen ini masuk ke dalam core memory mereka,” kata Aldo, Selasa (13/10/2026).

Pengalaman personal dalam workshop tersebut hadir melalui karakter digital. MDP juga menggabungkan kreativitas anak dengan teknologi melalui aktivitas Menggambar Aroma dan photobooth interaktif.

Dalam sesi Menggambar Aroma, peserta diminta menuangkan aroma yang baru mereka cium ke dalam bentuk gambar. Karya tersebut kemudian dipindai dan secara otomatis ditempatkan di bagian tengah bingkai foto digital.

Anak-anak selanjutnya berfoto bersama orang tua dengan hasil karya mereka sebagai bagian dari komposisi foto. Foto dicetak langsung di lokasi. Sehingga setiap keluarga dapat membawa pulang dokumentasi yang memadukan kreativitas anak dan momen kebersamaan.

Photobooth tersedia dalam dua tema. Tema itu menampilkan karakter Sunday dengan elemen apel dan Bebe dengan elemen bunga. Karakter yang sama juga digunakan dalam berbagai bagian kegiatan. Mulai dari materi promosi hingga pembagian kelompok dan aktivitas peserta.

Aldo mengatakan, konsep tersebut dikembangkan karena aktivitas menggambar dalam acara anak-anak kerap berakhir sebagai karya di atas kertas yang kemudian terlupakan.

“Anak menggambar dengan sungguh-sungguh, tapi karyanya jarang menjadi kenangan yang melekat lama dalam memori mereka” ujarnya.

Pengalaman itu mendapat tanggapan positif dari peserta. Jenny, salah satu orang tua yang hadir, mengaku terkejut ketika anaknya mengetahui bahwa karakter yang muncul di layar dapat merespons sapaan secara langsung.

Sementara itu, Anisa Zahra menilai photobooth menjadi salah satu hal yang membedakan kegiatan tersebut dari acara anak pada umumnya. “Hasil gambar yang langsung menjadi bagian dari foto memberikan kenang-kenangan tersendiri bagi saya dan keluarga,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network