Dari sisi arsitektur, % Arabica Pakuwon Mall Surabaya menggabungkan material bernuansa hangat, elemen putih, serta bentuk desain yang minimalis. Jendela berbentuk lingkaran menjadi salah satu ciri visual yang menonjol.
Desain modular gerai ini dikembangkan bersama studio desain asal Austria, Precht. Meski memiliki ruang terbatas, tata letaknya dirancang agar pengunjung dapat melihat langsung proses persiapan kopi.
Konsep tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda dari kedai kopi dengan area duduk luas. Ruang yang ringkas membuat aktivitas meracik minuman dan interaksi di sekitar gerai menjadi bagian dari daya tarik visual.
Lokasinya di dalam Pakuwon Mall juga menempatkan gerai ini di tengah aktivitas belanja dan rekreasi. Pengunjung dapat mampir untuk membeli kopi sebelum melanjutkan kegiatan, menikmati jeda di sela kesibukan, atau bertemu teman.
Menu yang tersedia mencakup kopi klasik, biji kopi single origin, serta minuman seperti Spanish Latte dan Kyoto Latte. Ada pula Summer Americano yang memadukan espresso dengan sentuhan citrus untuk menghasilkan rasa yang lebih segar.
Minuman dapat disajikan hangat maupun dingin sesuai selera. Selain kopi berkafein, tersedia pilihan kopi tanpa kafein, alternatif susu, minuman non-kopi, serta soft cream rasa kopi.
Kehadiran gerai ini memperlihatkan bahwa perkembangan bisnis kopi tidak hanya berkaitan dengan ragam menu. Desain ruang, kemudahan akses, dan cara konsumen menikmati minuman turut menjadi bagian dari konsep yang ditawarkan.
Di tengah persaingan kedai kopi di Surabaya, pendekatan minimalis menjadi salah satu cara menghadirkan pengalaman berbeda. Bagi konsumen muda, tempat nongkrong kini dapat hadir dalam bentuk yang lebih ringkas, tanpa harus mengandalkan ruang luas untuk membangun karakter sebuah gerai.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
