Owner Bie Hin Tailor, Abraham Setiawan, mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat dalam Dewi Fashion Knight 2026 melalui kolaborasi bersama Studio Jeje Homme.
Menurut Abraham, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan koleksi busana, tetapi juga menunjukkan pentingnya craftsmanship atau keterampilan pengerjaan dalam industri fashion.
Dia menilai, sebuah karya busana tidak cukup hanya mengandalkan konsep dan desain yang menarik. Ide tersebut harus didukung kemampuan teknis agar dapat diwujudkan menjadi pakaian dengan konstruksi dan detail yang tepat.
“Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari Dewi Fashion Knight 2026 melalui kolaborasi bersama Studio Jeje Homme. Bagi kami, kesempatan ini bukan hanya tentang menghadirkan sebuah koleksi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan craftsmanship dan kemampuan tailoring dalam industri fashion yang lebih luas,” ujar Abraham.
Melalui Wahyu Keprabon, kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan tailoring tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan industri fashion yang semakin dinamis.
Lebih dari sekadar presentasi busana, koleksi ini menjadi gambaran bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya tetap bisa dipertahankan sekaligus dikembangkan melalui pendekatan kreatif yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini.
Pesan yang dibawa Wahyu Keprabon pun melampaui dunia fashion. Pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dengan mempertahankan bentuk aslinya di ruang penyimpanan atau museum. Memberikan ruang bagi warisan tradisi untuk terus diinterpretasikan melalui karya kreatif juga menjadi cara menjaga identitas budaya agar tetap dikenal dan hidup lintas generasi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
