Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Seragam Sekolah Tak Boleh Lagi Dijual di Sekolah, Ini Temuan Pemkot yang Buat Orang Tua Terbebani
Advertisement . Scroll to see content

Konten Negatif Menyebar di Siswa, Pemkot Surabaya Lakukan Literasi Digital Guru SMP

Kamis, 08 September 2022 | 13:42 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Konten Negatif Menyebar di Siswa, Pemkot Surabaya Lakukan Literasi Digital Guru SMP
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya melakukan Literasi Digital untuk Guru SMP Negeri dan Swasta. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNews.id - Konten negatif sudah masuk ke seluruh sendi masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Untuk mengantisipasi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya melakukan Literasi Digital untuk Guru SMP Negeri dan Swasta.

Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memahami dan waspada terhadap pesan hoax, perundungan, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya. “Tetapi ketika pandemi Covid-19, semua anak-anak kita sudah belajar dunia teknologi digital. Bahkan, anak-anak kita saat ini sudah tidak bisa lepas dengan perangkat gadget mereka. Sayangnya, disana tidak ada proteksi untuk mengawasi anak, sehingga perlu edukasi bagaimana cara memanfaatkan internet dengan baik,” Kepala Diskominfo Kota Surabaya M. Fikser di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, Rabu (7/9/2022).

Fikser menjelaskan, kedepannya Diskominfo Kota Surabaya juga akan melakukan edukasi literasi untuk para pelajar SMP Negeri dan Swasta di Kota Pahlawan. Sebab, saat ini kegiatan tersebut tengah digelar bagi para guru SMP Negeri dan Swasta. 

“Tidak berhenti sampai disini, tapi nanti murid-murid SMP juga akan dibuat kelas literasi digital. Pertama kita akan kumpulkan dulu para siswa, kemudian kita gelar di setiap sekolah (roadshow),” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelajar di Kota Surabaya bisa mengembangkan kemampuan literasi digital pada generasi muda khususnya di Kota Pahlawan. Sehingga para generasi muda dapat memanfaatkan ruang digital dengan maksimal dan menghindari adanya dampak negatif dari kurangnya pemahaman tentang literasi digital.

“Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan pelajar dalam ruang pembelajaran digital. Agar pelajar dapat memahami dan menerapkan etiket di ruang digital saat berkomunikasi. Serta, pelajar dapat diharapkan melakukan interaksi, dan transaksi elektronik penuh dengan tanggung jawab, integritas, sesuai aturan,” terangnya

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut