Musim Hujan, Surabaya Barat Diprediksi Lolos dari Banjir, Ini yang Dilakukan Pemkot

Arif Ardliyanto
.
Senin, 19 September 2022 | 22:19 WIB
Surabaya Barat khususnya daerah Karangpoh, Tandes selalu mengalami banjir saat musim hujan. Namun, tahun ini lokasi tersebut diprediksi sudah tidak banjir, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengatasinya. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNews.id - Surabaya Barat khususnya daerah Karangpoh, Tandes selalu mengalami banjir saat musim hujan. Namun, tahun ini lokasi tersebut diprediksi sudah tidak banjir, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengatasinya.

Langkah yang dilakukan Pemkot adalah melakukan pengerjaan pembangunan bozem di kawasan Jalan Tubanan, serta pemasangan box culvert, pembangunan jembatan, dan pavingisasi. "Di Karangpoh itu ada sekitar 10 tahun lebih banjirnya. Disana itu ada sungai ditengah-tengah masyarakat dan dilewati aliran air. Maka saya tanya, Karangpoh ini dapat limpahan air dari mana? Kalau begitu apakah tanah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di sana? Mereka jawab ada, sehingga dibuatkan bozem," kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Dengan dibuatnya bozem, aliran air tersebut tidak langsung masuk ke dalam sungai. Melainkan, akan ditampung ke dalam bozem terlebih dahulu. Hasilnya, di akhir tahun 2021 saat hujan deras menerjang Kelurahan Karangpoh, warga di kawasan tersebut sudah tidak mengalami banjir.

"Alhamdulillah di akhir tahun kemarin, pembuktiannya saat hujan deras di Karangpoh itu sudah tidak banjir setelah puluhan tahun. Karena air yang bebannya disini (sungai) dikurangi, untuk dibuang ke bozem. Saya matur nuwun (terima kasih) dan berharap kepada masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan saluran," ujarnya.

Sebab, menurutnya, ia berencana di akhir tahun 2022, bozem di kawasan Jalan Tubanan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata. Yakni, terdapat taman, jogging track, hingga tempat usaha bagi warga kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah tersebut.

"Di tahun ini adalah bozemnya sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dibuat tempat wisata dan ikut menjaga bosennya. Jadi harus dimanfaatkan, jangan sampai banyak tanaman rimbun seperti hutan," ungkapnya.

Halaman : 1 2 3
Bagikan Artikel Ini