Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gelar Honoris Causa Diobral, Ini Kata Pakar Unair
Advertisement . Scroll to see content

Sisi Positif dan Negatif JKN Sebagai Syarat Administrasi

Jum'at, 11 Maret 2022 | 17:56 WIB
  • author Ali Masduki
Sisi Positif dan Negatif JKN Sebagai Syarat Administrasi
Warga antri mengurus kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dikantor BPJS Kesehatan KCU Surabaya. (Foto: Ali Masduki)

SURABAYA, iNews.id - Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir sebagai usaha pemerintah mencapai target Universal Health Coverage (UHC). 

Akan tetapi, nampaknya, penerapan JKN dijadikan sebagai syarat administrasi layanan publik mengundang dampak negatif, khususnya di bidang ekonomi dan kestabilan politik nasional.

Sisi Positif dan Negatif JKN

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Elia Mustikasari, berpendapat bahwa ada sisi positif dan negatif JKN. 

Positif karena konsep JKN bagus, tujuannya meng-cover biaya kesehatan seluruh rakyat Indonesia dengan membayar iuran yang relatif kecil.

Sayangnya, konsep yang bagus ini tidak dirancang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam. 
Iuran JKN tidak sesuai dengan daya pikul masyarakat Indonesia. 

Ditambah lagi penerapan peraturan JKN di lapangan berbeda dan banyak komplain masyarakat terhadap pelayanan JKN (BPJS Kesehatan) yang tidak direspon cepat walaupun telah disediakan hotline keluhan peserta BPJS.

Editor: Ali Masduki

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut