Rahasia Rawat Bonsai Jutaan Rupiah di Jombang, Gus Masrur Bongkar Tips Sukses untuk Pemula
Kuncinya, kata Masrur, adalah memahami karakter pohon sejak awal. “Tiap pohon punya watak berbeda. Ada yang suka banyak air, ada yang justru tidak. Kita harus tahu itu dulu sebelum mulai,” tambahnya.
Masrur sudah lebih dari 20 tahun menekuni dunia bonsai. Ia rutin mengikuti kontes bonsai tingkat nasional di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Beberapa koleksi andalannya seperti pohon santigi, kimeng, ulmus, hingga cemara sudah malang melintang di ajang lomba.
Paling mengejutkan, salah satu bonsai santiginya pernah dibeli kolektor dari Semarang dengan harga fantastis: Rp65 juta.
“Saya tidak pernah beli jadi. Semua saya bentuk sendiri dari nol,” tegasnya.
Rahasia Media Tanam dan Lokasi Budidaya
Selain pemilihan pohon, media tanam juga tak kalah penting. Masrur menggunakan campuran pupuk kandang kambing, pasir Malang, dan sekam. Kombinasi itu terbukti cocok untuk merawat berbagai jenis bonsai.
Ia kini mengelola dua lokasi budidaya. Pertama, di rumahnya di Perumahan Citra Raya Jombang dan yang kedua di kawasan Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang.
Harga bonsai di galeri milik Masrur sangat bervariasi. Untuk bakalan berkualitas sedang bisa dibanderol mulai Rp7 juta – Rp8 juta, tergantung jenis dan prospeknya.
“Kalau serius menekuni, bukan mustahil dari hobi bisa jadi bisnis bernilai tinggi,” pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto