TPS Perkuat Konektivitas Logistik Jateng dan DIY, Perdagangan Nasional Diprediksi Semakin Lancar
Dengan dukungan digitalisasi, TPS mampu menjaga kinerja tinggi dalam dua tahun terakhir, seiring meningkatnya permintaan ekspor dan pergerakan bahan baku industri.
Sepanjang 2024, TPS mencatat rekor throughput sebesar 1.584.774 TEUs, tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya. Sementara hingga Juli 2025, volume arus peti kemas telah mencapai 908.136 TEUs. Tak hanya itu, TPS juga mempertahankan dominasinya sebagai pemain utama di jalur internasional, dengan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.
Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang difasilitasi TPS, sekaligus menyoroti pentingnya layanan tambahan seperti fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah di lini I. Ia berharap layanan tersebut bisa diadopsi juga di Semarang untuk menekan biaya logistik di wilayah tersebut.
Kunjungan kerja ini juga dilengkapi sesi peninjauan langsung ke lapangan, mulai dari operasional terminal, penerapan sistem digital, hingga manajemen antrian truk. Hal ini menjadi bentuk transparansi dan keterbukaan TPS terhadap para stakeholder.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Harapan kami, sinergi antara pelaku logistik dan operator terminal seperti ini bisa menjadi model nasional, yang mempercepat konektivitas dan mendorong efisiensi biaya distribusi antarwilayah,” tutup Noor.
Dengan terus memperluas konektivitas dan memperkuat teknologi, TPS membuktikan diri sebagai tulang punggung logistik regional yang siap bersaing di level global — sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui jalur perdagangan laut yang lebih efisien.
Editor : Arif Ardliyanto