Stok Elpiji Nasional Capai 20 Hari, Jatim Punya Cadangan 4,4 Hari, Ini Faktanya
Emil mengingatkan warga untuk membeli elpiji hanya di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp18.000 per tabung.
“Kalau beli di pangkalan resmi, selain harga terkendali, pasokan juga lebih terjamin,” jelasnya.
Kekhawatiran terbesar pemerintah bukan hanya soal kepanikan warga, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku UMKM makanan. Bagi mereka, kelangkaan elpiji bisa langsung mengganggu aktivitas usaha sehari-hari.
Untuk itu, pemerintah bersama Pertamina memastikan distribusi tetap lancar, terutama bagi kelompok yang sangat bergantung pada gas subsidi.
Distribusi Dipantau Real-Time
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau distribusi secara ketat.
Menurutnya, pergerakan elpiji dari terminal hingga ke pangkalan diawasi secara real-time untuk memastikan tidak ada hambatan.
“Stok aman. Distribusi terus berjalan. Kami pastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji sesuai kebutuhannya,” ujarnya.
Pembelian Dibatasi Agar Tepat Sasaran
Untuk menjaga agar distribusi tetap merata dan tepat sasaran, pembelian elpiji juga diatur.
Rumah tangga: maksimal 10 tabung per bulan
Pelaku UMKM: maksimal 15 tabung per bulan
Langkah ini diambil agar tidak terjadi penumpukan oleh pihak tertentu yang justru bisa memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.
Kekhawatiran warga terkait kelangkaan elpiji di Jawa Timur dipastikan tidak berdasar. Pemerintah dan Pertamina menjamin stok dalam kondisi aman, dengan catatan distribusi harus terus dijaga lancar.
Dengan membeli di pangkalan resmi dan sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi panik menghadapi isu kelangkaan gas melon.
Editor : Arif Ardliyanto