get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG Non Subsidi Aman untuk Warga Surabaya

Stok Elpiji Nasional Capai 20 Hari, Jatim Punya Cadangan 4,4 Hari, Ini Faktanya

Selasa, 07 April 2026 | 05:26 WIB
header img
Isu kelangkaan gas melon di Jawa Timur dijawab langsung oleh Wagub Emil Dardak. Stok aman, distribusi dipastikan lancar oleh Pertamina. Foto arif

Emil mengingatkan warga untuk membeli elpiji hanya di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp18.000 per tabung.

“Kalau beli di pangkalan resmi, selain harga terkendali, pasokan juga lebih terjamin,” jelasnya.

Kekhawatiran terbesar pemerintah bukan hanya soal kepanikan warga, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku UMKM makanan. Bagi mereka, kelangkaan elpiji bisa langsung mengganggu aktivitas usaha sehari-hari.

Untuk itu, pemerintah bersama Pertamina memastikan distribusi tetap lancar, terutama bagi kelompok yang sangat bergantung pada gas subsidi.

Distribusi Dipantau Real-Time

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau distribusi secara ketat.

Menurutnya, pergerakan elpiji dari terminal hingga ke pangkalan diawasi secara real-time untuk memastikan tidak ada hambatan.

“Stok aman. Distribusi terus berjalan. Kami pastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Pembelian Dibatasi Agar Tepat Sasaran

Untuk menjaga agar distribusi tetap merata dan tepat sasaran, pembelian elpiji juga diatur.

Rumah tangga: maksimal 10 tabung per bulan

Pelaku UMKM: maksimal 15 tabung per bulan

Langkah ini diambil agar tidak terjadi penumpukan oleh pihak tertentu yang justru bisa memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.

Kekhawatiran warga terkait kelangkaan elpiji di Jawa Timur dipastikan tidak berdasar. Pemerintah dan Pertamina menjamin stok dalam kondisi aman, dengan catatan distribusi harus terus dijaga lancar.

Dengan membeli di pangkalan resmi dan sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi panik menghadapi isu kelangkaan gas melon.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut