get app
inews
Aa Text
Read Next : Unikama Jelang Usia 69 Tahun: Antara Aspirasi Mahasiswa dan Komitmen Kemajuan

Kepercayaan Publik Menurun, Politik Disebut Kian Minim Integritas dan Substansi

Rabu, 22 April 2026 | 14:10 WIB
header img
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menghadiri pengukuhan Prof. Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya. Foto : ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyoroti praktik politik saat ini yang semakin menjauh dari nilai ideal. Hal itu tercermin dari ruang publik yang riuh namun kehilangan kedalaman.

Menurutnya, diskursus publik telah bergeser dari adu gagasan menjadi pertunjukan sensasi. Perdebatan berlangsung dangkal, minim arah, dan jauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi perhatian utama.

“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah, dan kegaduhan yang miskin substansi,” ujarnya saat menghadiri pengukuhan Prof. Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, Rabu (22/4/2026),

Ia juga menyoroti melemahnya kohesi sosial. Kepercayaan antarwarga terus menurun, digantikan oleh menguatnya egoisme dan orientasi material. Dalam situasi seperti ini, nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran kerap tereduksi menjadi slogan.

Surya Paloh melihat persoalan bangsa tidak berhenti pada kelemahan institusi. Akar persoalan berada pada krisis karakter. Ia mengkritik kecenderungan saling menyalahkan yang terus berulang tanpa diiringi keberanian melakukan introspeksi. “Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menggarisbawahi peran strategis kalangan intelektual. Akademisi tidak cukup menjadi produsen teori. Mereka diharapkan hadir sebagai penjaga moral publik yang aktif memberi arah.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tetap relevan. Kampus perlu melahirkan gagasan besar yang membumi, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen koreksi sosial dan penggerak perubahan.

Di tengah situasi tersebut, dunia akademik dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang kepemimpinan gagasan. Tantangan bangsa saat ini bergerak pada lapisan yang lebih mendasar, menyangkut nilai-nilai yang menjaga kehidupan bersama.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pengukuhan Prof. Dossy, ini sekaligus jadi momentum pengingat akan pentingnya peran kaum intelektual. Pertarungan utama bangsa terletak pada menjaga integritas, kejujuran, dan kejernihan berpikir di tengah kebisingan,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pidato ilmiahnya, Prof. Dossy mengangkat tema “Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi”. Ia menegaskan, partai politik tidak semestinya terjebak sebagai kendaraan kekuasaan. “Peran utama partai adalah menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, dan menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas,” katanya.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam forum tersebut. D antaranya, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal, serta anggota DPR RI dan DPRD, kalangan akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut