Warga Surabaya Keluhkan Drainase dan Kuota SMP Negeri, Begini Respon DPRD Surabaya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persoalan drainase lingkungan hingga kebutuhan pendidikan masih menjadi perhatian utama masyarakat Kota Surabaya. Hal itu mencuat dalam kegiatan reses Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, di kawasan Jojoran RT 14 RW 11.
Dalam agenda reses Tahun Sidang II Masa Sidang Ketiga 2026 tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penambahan saluran drainase hingga kekhawatiran terkait akses pendidikan tingkat SMP negeri.
Azhar Kahfi mengungkapkan, kebutuhan tambahan drainase menjadi salah satu usulan yang paling banyak disampaikan warga. Menurutnya, sebagian saluran air di kawasan Jojoran sebelumnya dibangun secara mandiri melalui swadaya masyarakat.
“Beberapa drainase memang sudah dibangun secara swadaya oleh warga. Sebagian juga sudah kami usulkan dan masuk dalam tahun anggaran. Namun masih ada beberapa titik yang membutuhkan tambahan saluran dan itu akan terus kami kawal,” ujar Kahfi, Senin (25/5/2026).
Politisi Fraksi Gerindra tersebut menjelaskan, usulan pembangunan drainase tambahan itu ditargetkan bisa direalisasikan pada anggaran tahun 2027 setelah melalui tahapan verifikasi di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Selain persoalan infrastruktur kampung, warga juga menyoroti keterbatasan jumlah SMP negeri di wilayah sekitar. Kekhawatiran masyarakat muncul karena tingginya persaingan masuk sekolah negeri setiap tahun ajaran baru.
Menanggapi hal tersebut, Kahfi memastikan Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan perhitungan kebutuhan bangku sekolah tingkat SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Kami sudah menjelaskan kepada warga bahwa kuota SMP negeri dan swasta telah dihitung untuk mengakomodasi lulusan SD. Jadi tidak ada anak yang tidak mendapatkan sekolah,” katanya.
Ia juga menyebut kekhawatiran masyarakat terkait biaya pendidikan di sekolah swasta kini mulai terjawab melalui program beasiswa bagi keluarga kategori desil 1 hingga desil 5.
“Sekarang sekolah swasta juga sudah ada program beasiswa sesuai jalur dan kategori desil. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir soal biaya pendidikan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kahfi turut meminta pengurus RT dan RW memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan usulan pembangunan yang belum sempat terealisasi melalui musrenbang maupun forum kelurahan.
“Kalau ada usulan di musrenbang yang belum terakomodasi, bisa disampaikan saat reses agar dapat kami kawal melalui pokok pikiran dewan,” ujarnya.
Tak hanya membahas pembangunan fisik, Kahfi juga mengajak warga menjaga budaya gotong royong demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Pria dengan jargon “Aku Koncomu” tersebut menilai partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama pembangunan Kota Surabaya yang lebih baik, dimulai dari lingkungan kampung masing-masing.
“Melalui momen reses ini saya mengajak masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan ikut berpartisipasi aktif membangun Surabaya yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera dimulai dari kampungnya,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto