Belajar Bahasa Inggris Gratis di Surabaya Makin Diminati, 600 Kuota Langsung Penuh
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Pakal, Surabaya. Terbaru, kecamatan di wilayah barat Kota Pahlawan itu menghadirkan program Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH), sebuah kelas Bahasa Inggris gratis yang langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Program yang lahir dari kolaborasi Kecamatan Pakal bersama Bunda PAUD setempat ini menjadi solusi bagi orang tua yang ingin mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak-anak tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.
Tingginya minat warga terlihat dari kuota peserta yang langsung terpenuhi hanya dalam waktu singkat sejak pendaftaran dibuka.
Camat Pakal, Zainuddin Fanani, mengatakan kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikenalkan sejak dini. Menurutnya, perkembangan teknologi dan globalisasi menuntut generasi muda memiliki bekal komunikasi yang lebih luas untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Selama ini masih banyak yang menganggap belajar Bahasa Inggris membutuhkan biaya besar sehingga belum menjadi prioritas. Melalui RICH, kami ingin membuka kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas, menyenangkan, dan tanpa biaya,” ujarnya.
Program RICH diperuntukkan bagi anak-anak berusia 4 hingga 9 tahun yang berdomisili di Kecamatan Pakal. Pesertanya berasal dari jenjang TK A, TK B, Raudhatul Athfal (RA), hingga siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar.
Setiap angkatan akan mengikuti pembelajaran selama satu tahun, dengan sekitar 10 bulan kegiatan belajar aktif dan dua bulan masa libur.
Berbeda dengan kursus Bahasa Inggris pada umumnya, metode yang diterapkan dalam program ini mengutamakan konsep fun learning atau belajar sambil bermain. Anak-anak diajak mengenal kosakata dasar dan berlatih percakapan sederhana melalui aktivitas yang menyenangkan sehingga mereka lebih mudah memahami materi.
Fanani menjelaskan bahwa masa usia dini merupakan periode terbaik untuk mengembangkan kemampuan bahasa. Pada fase tersebut, anak cenderung lebih cepat menyerap kosakata baru, meniru pelafalan, dan membangun keberanian untuk berbicara.
“Semakin awal dikenalkan, semakin besar peluang anak menguasai bahasa dengan baik. Kami ingin mereka memiliki fondasi yang kuat sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Untuk memudahkan akses masyarakat, kelas-kelas RICH diselenggarakan di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Pakal. Sistem ini membuat peserta dapat mengikuti pembelajaran lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
Selain mendapatkan materi secara gratis, peserta juga memperoleh sertifikat kelulusan setelah menyelesaikan program. Proses belajar didampingi mentor berpengalaman dengan dukungan kerja sama berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Antusiasme masyarakat terhadap program ini ternyata melampaui ekspektasi penyelenggara. Sebanyak 150 peserta disiapkan di setiap kelurahan dengan total kuota mencapai sekitar 600 siswa untuk seluruh wilayah Kecamatan Pakal.
Namun, kuota tersebut langsung habis dalam waktu singkat. Bahkan saat pelaksanaan kelas percobaan atau trial class sepanjang Mei 2026, permintaan pendaftaran terus mengalir dari para orang tua.
Akibat tingginya animo masyarakat, sejumlah calon peserta kini harus masuk dalam daftar tunggu untuk mengikuti kelas reguler yang dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekitar Juli hingga Agustus mendatang.
Fanani berharap RICH tidak hanya menjadi tempat belajar Bahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, kreativitas, dan keberanian bermimpi.
Terlebih, muncul wacana bahwa Bahasa Inggris akan kembali menjadi mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai tahun 2027.
“Kami ingin anak-anak Pakal tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, dan siap bersaing di era global. Program ini bukan sekadar mengajarkan Bahasa Inggris, tetapi juga membangun karakter dan keberanian mereka untuk meraih masa depan,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto