Khofifah Dorong Pengembangan Wisata Edukasi Majapahit dan Jejak Kepahlawanan di Jatim
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan atas inisiatif putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, bersama para sejarawan yang tergabung dalam Yayasan Soerjo Modjopahit.
Dukungan tersebut disampaikan Khofifah saat menerima Bambang Sulistomo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan tersebut membahas pengembangan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit, pelestarian situs-situs bersejarah, serta penguatan wisata edukasi berbasis sejarah dan kepahlawanan di Jatim.
Menurut Khofifah, pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kebesaran Kerajaan Majapahit kepada masyarakat dunia. Ia menilai Majapahit merupakan salah satu peradaban besar yang pernah menyatukan Nusantara dan memiliki pengaruh luas hingga kawasan Asia Tenggara.
"Jatim memiliki banyak situs dan peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan panjang peradaban bangsa. Warisan ini harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan agar menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Khofifah, Jumat (5/6/2026).
Ia menegaskan, berbagai daerah di Jatim yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Majapahit perlu terus menghidupkan nilai-nilai luhur peradaban tersebut melalui pelestarian situs sejarah dan pengembangan wisata edukasi.
Menurutnya, kawasan-kawasan peninggalan Majapahit dapat dikembangkan secara bertahap menjadi destinasi wisata sejarah yang terintegrasi, edukatif, dan mampu memperkuat identitas budaya bangsa.
Selain warisan Majapahit, Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan wisata sejarah dan wisata kepahlawanan di Surabaya. Jejak perjuangan tokoh-tokoh bangsa seperti Bung Karno dan Bung Tomo dinilai memiliki nilai strategis sebagai media pendidikan karakter, nasionalisme, dan kebangsaan bagi generasi muda.
"Setiap rangkaian peringatan Hari Pahlawan dapat diisi dengan kegiatan wisata sejarah maupun wisata kepahlawanan. Dengan demikian, memori kolektif tentang jejak dan perjuangan para pahlawan akan terus tertanam di hati generasi penerus bangsa," katanya.
Khofifah juga mengenang pengalamannya saat menjabat Menteri Sosial RI yang memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan taman makam pahlawan sebagai simbol penghormatan kepada para pejuang bangsa.
"Saya meminta agar makam para pahlawan ditata dan dirawat dengan baik. Bahkan ketika memasuki dan meninggalkan kawasan taman makam pahlawan, hendaknya diawali dan diakhiri dengan sikap hormat sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka," ungkapnya.
Menurut Khofifah, penghormatan kepada pahlawan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni tahunan semata, tetapi juga melalui upaya nyata menjaga, merawat, dan memanfaatkan warisan sejarah sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan nasionalisme.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong pelestarian cagar budaya, termasuk memberikan perhatian kepada para penjaga situs sejarah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa.
"Di setiap cagar budaya yang tersebar di Jatim, saya selalu menitipkan pesan kepada para penjaganya agar terus merawat dan menjaga situs-situs tersebut dengan penuh rasa memiliki. Dengan begitu, warisan sejarah kita dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata edukasi Peradaban Majapahit merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai sejarah dan kebangsaan kepada generasi muda.
"Saya mendukung penuh gagasan ini. Namun legalitas, konsep pengembangan, serta roadmap pelaksanaannya harus disusun secara jelas, terukur, dan berkelanjutan agar memberikan manfaat yang optimal," tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto