Tangis Haru Bu Aminah Pecah, Penjual Kuliner Legendaris Semanggi Gendong Punya Stan di Jantung Kota
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kuliner legendaris khas Surabaya, semanggi, kini mendapatkan panggung baru di kawasan paling ikonik Kota Pahlawan. Setelah puluhan tahun identik dengan penjual gendong yang berkeliling kampung, makanan tradisional ini resmi memiliki stan permanen di kawasan Tunjungan Romansa, Jalan Tunjungan, Surabaya.
Kehadiran stan kuliner Selendang Semanggi milik Aminah menjadi tonggak baru pelestarian kuliner khas Surabaya sekaligus bukti bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal mampu berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya.
Peresmian stan yang merupakan dukungan dari Media Pintar Perjuangan (MPP) DPC PDI Perjuangan Surabaya tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengapresiasi hadirnya Selendang Semanggi di pusat kota. Menurutnya, perkembangan usaha yang dirintis Aminah menjadi bukti nyata bahwa pelaku UMKM mampu tumbuh besar ketika memperoleh pendampingan yang tepat.
"Saya selalu percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Yang terpenting bukan hanya bertahan, tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas tanpa meninggalkan identitas lokalnya," ujar Risma.
Ia menegaskan bahwa semanggi bukan sekadar makanan tradisional, melainkan bagian dari warisan budaya yang melekat dalam sejarah Kota Surabaya.
"Semanggi adalah bagian dari sejarah dan identitas Kota Surabaya. Ketika UMKM seperti Bu Aminah berkembang, maka yang ikut tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kebanggaan terhadap budaya daerah," katanya.
Risma berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani melakukan inovasi dan memperluas pasar tanpa meninggalkan akar budaya lokal yang menjadi kekuatan utama produknya.
Editor : Arif Ardliyanto