Tak Lagi Sekadar Atur Kendaraan, Juru Parkir Surabaya Dibekali Keahlian dan Sertifikat
Materi pelatihan tidak hanya membahas teknis pengaturan parkir, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Para peserta dibekali cara berinteraksi dengan pengguna jasa parkir, memberikan pelayanan yang ramah, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengendara.
Selain aspek pelayanan, keselamatan kerja menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan. Mengingat sebagian besar juru parkir bekerja di area yang berdekatan dengan arus lalu lintas kendaraan, pemahaman mengenai prosedur keselamatan menjadi hal yang sangat penting.
"Petugas parkir tidak hanya bertanggung jawab terhadap keamanan kendaraan yang diparkir, tetapi juga harus memahami bagaimana menjaga keselamatan dirinya sendiri saat bekerja," kata Trio.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung sehingga kualitas layanan parkir di Surabaya semakin baik dan profesional.
Program peningkatan kapasitas ini juga menjadi jawaban atas aspirasi Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) yang selama ini menginginkan adanya pendidikan dan pelatihan khusus bagi para anggotanya. Pemkot Surabaya pun memastikan program serupa akan terus berlanjut agar semakin banyak juru parkir yang mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Sementara itu, Wakil Direktur I PPI Madiun, Muhamad Nurhadi, menegaskan bahwa setiap profesi membutuhkan keterampilan yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi. Menurutnya, sertifikat yang diterima peserta menjadi bagian penting dari portofolio profesional mereka.
Ia menilai profesi juru parkir memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, terutama bagi petugas yang bertugas di tepi jalan umum. Oleh karena itu, pelatihan lebih banyak menekankan pada aspek keselamatan petugas, pengguna jasa parkir, dan pengguna jalan lainnya.
"Keselamatan menjadi prioritas utama. Bukan hanya keselamatan petugas, tetapi juga keselamatan pelanggan dan masyarakat pengguna jalan," jelas Nurhadi.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas juru parkir juga datang dari Polrestabes Surabaya. Kanit Turjawali Sat Samapta Polrestabes Surabaya, Ipda Doni Nugroho Dwi Putra, mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Menurutnya, keberadaan sertifikasi menjadi bukti bahwa seorang juru parkir memiliki kemampuan dan pengetahuan yang terukur. Bahkan, peran mereka dinilai strategis karena turut mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perparkiran.
"Juru parkir adalah bagian penting dalam mendukung pendapatan daerah. Karena itu kompetensi dan profesionalisme mereka perlu terus ditingkatkan," ujarnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya berharap seluruh mitra perparkiran memiliki sertifikasi kompetensi sehingga pelayanan parkir yang aman, tertib, dan profesional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto