get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkot Surabaya Tegas, RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini Tiga Pungutan yang Diizinkan

Pelajar dan Mahasiswa Diajak Bikin Konten Menarik, Ada Perang Lawan Narkoba Hingga Seks Bebas

Rabu, 22 Juli 2026 | 07:52 WIB
header img
Pemkot Surabaya menggandeng UWP mengajak pelajar dan mahasiswa membuat konten edukasi untuk melawan narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, dan kenakalan remaja. Foto iNewsSurabaya.id/chandra

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Peredaran narkoba, meningkatnya kenakalan remaja, hingga ancaman seks bebas menjadi perhatian serius di Kota Surabaya. Untuk menghadapi persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih pendekatan yang berbeda, yakni mengajak generasi muda menjadi pembuat konten edukasi di media sosial.

Program tersebut digelar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya dalam kegiatan Pendampingan Peningkatan Pemahaman Pemuda tentang Bahaya HIV/AIDS, Kenakalan Remaja, dan Narkoba di Auditorium Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari civitas akademika Universitas Wijaya Putra, mulai dari siswa SMA Wijaya Putra hingga mahasiswa. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan kenakalan remaja, tetapi juga dibekali keterampilan memproduksi konten digital yang mampu mengedukasi masyarakat.


Pemkot Surabaya menggandeng UWP mengajak pelajar dan mahasiswa membuat konten edukasi untuk melawan narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, dan kenakalan remaja. Foto iNewsSurabaya.id/chandra

Pemimpin Redaksi iNewsSurabaya.id, Arif Ardliyanto, hadir sebagai narasumber dengan materi mengenai pentingnya literasi digital serta strategi menyampaikan pesan edukatif melalui media sosial agar lebih efektif menjangkau kalangan remaja.

Menurut Arif, perkembangan platform digital harus dimanfaatkan sebagai media menyebarkan informasi yang membangun, bukan justru menjadi ruang yang menormalisasi penyalahgunaan narkoba, seks bebas, maupun perilaku negatif lainnya.

"Anak muda saat ini memiliki akses yang sangat besar terhadap media sosial. Karena itu, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ruang digital dengan konten yang memberikan edukasi dan inspirasi. Kampanye yang dikemas secara kreatif akan jauh lebih mudah diterima oleh sesama generasi muda dibandingkan sekadar imbauan formal," ujar Arif.

Berbeda dengan seminar pada umumnya, peserta langsung diajak mempraktikkan pembuatan konten kampanye digital. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai tema, yaitu Perang Melawan Narkoba, Tolak Seks Bebas, dan Stop Kenakalan Remaja.

Setiap kelompok menyusun konsep, membuat naskah, hingga memproduksi konten yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Harapannya, pesan-pesan pencegahan dapat lebih mudah diterima dan tersebar luas melalui berbagai platform media sosial.

Kepala SMA Wijaya Putra, Andri Priyono, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

"Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seminar semata, tetapi mampu membentuk keberanian siswa untuk menjadi pelopor dalam menyampaikan pesan-pesan positif. Ketika mereka memahami risikonya, mereka juga akan lebih bijak dalam mengambil keputusan serta mengajak teman-temannya menjauhi perilaku yang merugikan masa depan," katanya.

Salah seorang peserta, Nabila Putri Maharani, mengaku memperoleh pengalaman baru karena tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar membuat konten edukasi yang menarik dan relevan dengan kehidupan remaja.

"Biasanya kami hanya menjadi penonton di media sosial. Lewat kegiatan ini kami belajar bagaimana membuat konten yang bisa mengajak teman-teman sebaya lebih peduli terhadap bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan kenakalan remaja. Cara penyampaiannya juga lebih dekat dengan kehidupan anak muda," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Disbudporapar Surabaya berharap para peserta tidak hanya memahami bahaya HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan konten edukatif, informatif, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut