Muktamar NU Memanas, Kiai Jombang Tegas Tolak Politik Uang, Singgung Sosok Ideal Ketua PBNU
Selain Ketua Umum PBNU, KH Mustain Hasan juga menyoroti pentingnya sosok Rais Aam Syuriah yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus mampu menjaga independensi organisasi.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang tersebut, Rais Aam idealnya merupakan ulama yang dihormati masyarakat luas dan tidak terlalu dekat dengan kepentingan politik maupun pengambil kebijakan di pemerintahan.
"Syuriah harus dipimpin ulama yang alim, memiliki wibawa, dan tidak terlalu dekat dengan pengambil keputusan di pemerintahan maupun politik," ujarnya.
KH Mustain Hasan mengakui telah mengikuti perkembangan bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU ke-35. Beberapa nama yang ramai diperbincangkan antara lain KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Menteri Agama Nasaruddin Umar, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Meski demikian, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang itu menilai seluruh kandidat memiliki kapasitas masing-masing. Keputusan akhir, menurutnya, sepenuhnya berada di tangan para muktamirin yang akan menilai setiap figur secara objektif.
"Hampir semuanya layak. Tinggal bagaimana para muktamirin nanti mengupas satu per satu figur yang ada hingga akhirnya mengerucut pada satu nama terbaik," katanya.
KH Mustain Hasan menyambut baik penyelenggaraan Muktamar NU yang kembali digelar di Jombang. Ia berharap forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan NU tersebut tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan umat dan kebangsaan.
Ia juga berharap seluruh rangkaian Muktamar berlangsung aman, damai, dan penuh suasana kekeluargaan sehingga para ulama serta muktamirin dapat merumuskan kebijakan strategis yang membawa kemajuan bagi Nahdlatul Ulama.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Desember 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Panitia terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari penyediaan lahan parkir, akomodasi, hingga fasilitas penunjang lainnya untuk menyambut ratusan ribu warga Nahdliyin yang diperkirakan hadir.
Editor: Arif Ardliyanto