get app
inews
Aa Text
Read Next : Serius Kurangi Polusi, Pelabuhan di Semarang Terapkan Sistem Pengelolaan Emisi Berstandar Dunia

Terminal Petikemas Nilam Kedatangan Crane Listrik Modern dari China, Kapasitas 40 Ton

Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:31 WIB
header img
Terminal Teluk Lamong menambah satu unit E-RTG berbasis listrik dari China untuk memperkuat kapasitas Terminal Petikemas Nilam dan meningkatkan layanan logistik ramah lingkungan. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.idTerminal Teluk Lamong terus memperkuat kapasitas operasional dengan menghadirkan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) berbasis tenaga listrik di Terminal Petikemas (TPK) Nilam. Kehadiran alat bongkar muat modern ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.

Peralatan tersebut didatangkan langsung dari China menggunakan kapal MV Spring Shine dan tiba di Surabaya pada Selasa (7/7/2026). Penambahan E-RTG menjadi investasi penting untuk mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas yang terus meningkat.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, mengatakan modernisasi peralatan merupakan komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa.

"Penambahan E-RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat infrastruktur operasional yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi ini dilakukan agar seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan semakin siap mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal bagi pengguna jasa," ujarnya.

Berbeda dengan alat konvensional berbahan bakar diesel, E-RTG menggunakan tenaga listrik sehingga lebih hemat energi dan mampu menekan emisi karbon. Teknologi ini juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan peti kemas.

Selain mendukung efisiensi operasional, penggunaan peralatan listrik sejalan dengan transformasi Pelindo dalam membangun sistem kepelabuhanan yang berkelanjutan berbasis teknologi.

"Sejalan dengan transformasi Pelindo, kami akan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, dan kualitas layanan terminal," tambah Syukur.

E-RTG terbaru tersebut memiliki kapasitas angkat hingga 40 ton dengan kemampuan menumpuk peti kemas setinggi 1 over 6 containers. Setelah seluruh proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, alat ini akan memperkuat aktivitas penanganan peti kemas di Terminal Petikemas Nilam.

Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, optimistis kehadiran alat baru itu akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas layanan terminal.

"Kehadiran E-RTG ini akan semakin memperkuat kapasitas layanan Terminal Petikemas Nilam, khususnya dalam mendukung produktivitas di lapangan penumpukan. Setelah proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, alat ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa," jelasnya.

Melalui penambahan E-RTG berbasis listrik, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus melakukan modernisasi infrastruktur pelabuhan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat aspek keselamatan kerja, memperluas digitalisasi layanan, serta mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut