get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Lagi Manual, Mesin Ini Pangkas Proses Cuci Kunyit UMKM Jamu Surabaya dari 35 Menit Jadi 41 Detik

Peternak Gresik Ubah Limbah Kambing Jadi Pupuk, Cara Warga Bikin Usaha Bernilai Ekonomi

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:11 WIB
header img
Peternak kambing di Gresik mulai menerapkan teknologi tepat guna dan ekonomi sirkular, termasuk mengolah limbah kotoran menjadi pupuk organik bernilai ekonomi. (Foto tangkap layar).

Selain pakan, persoalan lain yang tidak kalah penting adalah limbah kotoran ternak. Dari sekitar 50 ekor kambing, Griya Kambing menghasilkan kurang lebih 50 hingga 75 kilogram kotoran setiap hari.

Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kotoran ternak diarahkan untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, salah satunya pupuk organik.

Anggota Tim PKM, Fitryani, S.E., M.SEI., mengatakan limbah peternakan seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan yang harus dibuang.

“Limbah peternakan jangan hanya dipandang sebagai masalah lingkungan. Jika dikelola dengan tepat, limbah tersebut dapat menjadi sumber daya dan menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Fitryani.

Menurut dia, pengolahan limbah secara teratur juga berpotensi memperbaiki sanitasi di sekitar kandang. Peternak mendapatkan pendampingan agar mampu mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik yang nantinya dapat dikemas dan dikembangkan sebagai produk diversifikasi usaha.

Tim PKM yang terdiri dari Desy Ismah Anggraini, S.E., M.A. sebagai ketua, serta Fitryani, S.E., M.SEI. dan Rosyida Fajri Rinanti, S.Pt., M.P. sebagai anggota, menerapkan pola pendampingan secara partisipatif.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring hingga evaluasi.

Sejumlah teknologi tepat guna diperkenalkan kepada peternak, seperti mesin pencacah rumput, mesin pencacah kompos, tong komposter, mesin jahit karung serta berbagai sarana pendukung pengolahan limbah.

Namun, penguatan peternakan tidak berhenti pada penyediaan peralatan. Tim juga memberikan perhatian terhadap aspek manajemen usaha.

Peternak mulai diarahkan melakukan pencatatan keuangan sederhana untuk mengetahui biaya produksi, pemasukan dan keuntungan usaha. Sebelumnya, keuangan peternakan masih bercampur dengan keuangan rumah tangga sehingga perkembangan usaha sulit dihitung secara akurat.

Tim PKM juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mencakup budidaya, sanitasi kandang hingga pengelolaan limbah.

Dengan SOP tersebut, pengelolaan peternakan diharapkan tidak hanya bergantung pada kebiasaan dan pengalaman pemilik, tetapi memiliki standar kerja yang lebih jelas dan terukur.

Peternak Didorong Kurangi Ketergantungan pada Tengkulak

Dari sisi pemasaran, program pemberdayaan ini juga mendorong diversifikasi produk.

Selama ini, pemasaran kambing masih banyak mengandalkan tengkulak atau pedagang perantara. Kondisi tersebut membuat ruang gerak peternak dalam menentukan harga menjadi lebih terbatas.

Pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik diharapkan membuka sumber pendapatan baru. Dengan demikian, usaha tidak hanya mengandalkan penjualan kambing hidup.

Desy menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup dilihat dari jumlah peralatan yang diberikan kepada mitra.

“Target kami bukan sekadar memberikan alat, kemudian kegiatan selesai. Yang lebih penting adalah bagaimana mitra mampu menggunakan teknologi tersebut, mengelola usaha dengan pencatatan yang lebih baik, serta memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai,” jelasnya.

Konsep ekonomi sirkular yang diterapkan di Griya Kambing pada akhirnya diarahkan untuk menghubungkan seluruh mata rantai usaha, mulai dari produksi ternak, penyediaan pakan, pengolahan limbah hingga pengembangan produk turunan.

Model tersebut diharapkan dapat membantu peternak meningkatkan efisiensi pakan, mengurangi persoalan limbah, memperoleh sumber pendapatan tambahan dan memperkuat keberlanjutan usaha peternakan kambing di tingkat masyarakat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut