get app
inews
Aa Text
Read Next : Terserempet Lalu Ditabrak Mobil Listrik, Pelajar Perempuan di Surabaya Dilarikan ke Rumah Sakit

​Anak Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Diduga Cabuli Anak Disabilitas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:53 WIB
header img
Anak penyandang disabilitas tunanetra menjadi korban pencabulan. (Foto : istimewa/ilustrasi).

​Hadi menjelaskan, modus yang digunakan tersangka adalah merayu korban dengan iming-iming meminjamkan telepon seluler. Korban kemudian dituntun ke tempat atau ruangan yang sepi sebelum tersangka melancarkan aksinya.

​Guna membungkam korban, tersangka tak segan-segan melakukan intimidasi fisik. Korban diancam akan dicekik dan dibunuh jika berani menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Lantaran berada di bawah tekanan dan rasa takut, korban terpaksa menuruti keinginan tersangka.

​Sementara itu, Kasat Reskrim PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, menambahkan bahwa tersangka memanfaatkan situasi saat ibunya—pemilik sekaligus pengelola panti asuhan—sedang tidak berada di rumah.

​Aksi tersebut kerap dilakukan pada malam hari di dalam kamar. Tersangka bahkan merekam perbuatannya menggunakan ponsel pribadi merek Infinix GT 30 Pro. Dalam pengakuannya saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya, MSN dalih melakukan perbuatan tersebut karena penasaran.

​"Korban dan saudara kembarnya dititipkan di sana sejak berusia 3 tahun karena ibu mereka bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pelaku melakukan perbuatan itu pada malam hari disertai ancaman," jelas Melatisari.

​Kasus kekerasan seksual ini terbongkar pada 11 Juli 2026. Kejadian terungkap saat saudara kembar korban, berinisial A (14), menemukan sejumlah rekaman video di ponsel milik tersangka yang memperlihatkan korban dalam kondisi setengah telanjang.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut